Akurat Logo

Kredit Investasi Melonjak 24,9 Persen, Dunia Usaha Makin Ekspansif

Andi Syafriadi | 4 Agustus 2026, 19:18 WIB
Kredit Investasi Melonjak 24,9 Persen, Dunia Usaha Makin Ekspansif
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Permintaan pembiayaan untuk investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang semester pertama 2026.

Mengutip hasil data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan jenis kredit lainnya.

Pada Juni 2026, kredit investasi tumbuh 24,9% secara tahunan, jauh melampaui pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 8,94% dan kredit konsumsi sebesar 5,75%.

Baca Juga: Kredit Naik 12,67 Persen, OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Terjaga

Secara keseluruhan, kredit perbankan tumbuh 12,67% yoy menjadi Rp9.081 triliun, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan sektor jasa keuangan tetap menunjukkan kinerja yang positif di tengah dinamika ekonomi global.

"Berdasarkan perkembangan tersebut, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga didukung oleh bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai," ujar Friderica saat Rapat Dewan Komisioner OJK Bulanan, Selasa (4/8/2026).

Sedangkan dari sisi kategori debitur, kredit korporasi menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 20,45% secara tahunan.

Sementara itu, kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menunjukkan perbaikan.

Setelah sempat melambat, pertumbuhan kredit UMKM meningkat menjadi 1,05%, lebih tinggi dibandingkan 0,60% pada Mei 2026.

Perbankan milik negara masih menjadi penyalur kredit terbesar dengan pertumbuhan mencapai 16,54%.

Baca Juga: OJK: Kredit Investasi Tumbuh 24,9 Persen, Lampaui Modal Kerja dan Konsumsi

Selain pembiayaan konvensional, produk Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan juga terus berkembang.

Hingga Juni 2026, baki debet BNPL mencapai Rp30,7 triliun, tumbuh 33,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah rekening mencapai 32,77 juta.

Meski kredit terus meningkat, kualitas aset industri tetap membaik. Rasio NPL gross turun menjadi 2,09%, sedangkan tingkat profitabilitas perbankan yang tercermin dari Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,47%.

OJK menilai kombinasi pertumbuhan pembiayaan, kualitas kredit yang membaik, serta permodalan yang tetap kuat menjadi fondasi penting bagi sektor perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.