MRT Jakarta Gandeng Visa, Naik Kereta Kini Tinggal Tap

AKURAT.CO Pengalaman menggunakan transportasi publik di Jakarta mulai diarahkan semakin praktis bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara.
Salah satunya melalui fitur Tap to Ride yang memungkinkan penumpang menggunakan kartu atau perangkat pembayaran yang kompatibel untuk masuk MRT tanpa harus membeli tiket terlebih dahulu.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengatakan fitur tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Visa bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), Bank Indonesia, serta mitra pembayaran lainnya.
Baca Juga: Visa Bidik Lonjakan Konsumen Affluent di Indonesia
“Sekarang masyarakat di Indonesia maupun juga wisatawan mancanegara bisa tap saja untuk naik MRT,” kata Vira dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Vira, kemudahan pembayaran menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan pengalaman masyarakat ketika menggunakan transportasi publik. Hal tersebut terutama relevan bagi wisatawan asing yang belum terbiasa dengan sistem tiket transportasi di Jakarta.
Ia menilai proses pembelian tiket dapat menjadi salah satu hambatan bagi wisatawan yang baru pertama kali menggunakan MRT.
“Khususnya untuk turis, salah satunya adalah kesulitan untuk membeli tiket,” ujarnya.
Dengan mekanisme pembayaran langsung melalui kartu atau perangkat yang kompatibel, penumpang dapat melakukan perjalanan tanpa melalui tahapan pembelian tiket secara konvensional.
Vira mengatakan teknologi tersebut diharapkan menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih konsisten dan praktis bagi pengguna MRT, baik masyarakat Indonesia maupun wisatawan dari luar negeri.
Menurut dia, pengembangan sistem pembayaran juga sejalan dengan peran MRT yang tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi turut menghubungkan masyarakat dengan berbagai aktivitas di Jakarta.
“MRT tidak hanya menghubungkan wilayah di Jakarta, tapi yang paling penting adalah menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang dan juga aktivitas yang dilakukan sehari-hari,” kata Vira.
Kolaborasi tersebut kemudian diperluas melalui pengembangan Stasiun MRT Blok A.
Usut punya usut Visa memilih kawasan tersebut karena melihat karakter Blok A yang lekat dengan aktivitas masyarakat Jakarta, mulai dari komunitas, kegiatan usaha, aktivitas kreatif hingga gaya hidup.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan B50, Indonesia Hemat Devisa Rp170 Triliun per Tahun
“Kita juga melihat Blok A menjadi satu tempat yang sangat tepat untuk Visa, karena kita lihat di Blok A ini banyak sekali komunitas, banyak sekali kegiatan usaha, aktivitas kreatif dan juga gaya hidup yang sangat dekat dengan dinamika dari Jakarta sehari-hari,” ujarnya.
Vira berharap kerja sama dengan MRT Jakarta tidak berhenti pada pengembangan Stasiun Blok A. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari dukungan Visa terhadap upaya Jakarta menjadi kota global.
“Kami berharap kolaborasi ini tentunya tidak hanya stop di sini. Mendukung Jakarta menjadi Global City adalah juga salah satu komitmen kami di Indonesia,” kata Vira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









