Harga Tak Naik, Tapi Belanja Membengkak? Waspadai Efek Shrinkflation

AKURAT.CO Pernah merasa sebungkus keripik yang biasanya cukup untuk beberapa kali ngemil tiba-tiba lebih cepat habis? Atau botol shampoo yang biasanya bertahan dua bulan kini harus dibeli lagi sebelum waktunya? Harga di rak mungkin masih sama, tetapi isi produk yang kamu bawa pulang bisa saja sudah berubah. Fenomena seperti ini dikenal sebagai shrinkflation.
Sekilas, perubahan dari 100 gram menjadi 85 gram mungkin terlihat terlalu kecil untuk memengaruhi kondisi keuangan. Namun, persoalannya bukan hanya berapa rupiah yang dibayar dalam satu transaksi. Ketika ukuran produk menyusut dan kebutuhan konsumsi tetap, frekuensi pembelian dapat meningkat sehingga total pengeluaran dalam periode tertentu ikut terdorong.
Secara sederhana, shrinkflation terjadi ketika produsen mengurangi ukuran, berat, atau volume suatu produk sementara harga tetap atau mengalami perubahan yang relatif kecil. Istilah ini berasal dari gabungan kata shrink yang berarti menyusut dan inflation atau inflasi.
“Sederhananya, shrinkflation terjadi ketika produsen mengurangi ukuran, berat, atau volume suatu produk, sementara harganya tetap sama atau mengalami perubahan yang relatif kecil,” ucap Michael Hartawan, Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.
Yang membuat shrinkflation menarik dari sisi keuangan pribadi adalah adanya perbedaan antara harga per kemasan dan biaya untuk memenuhi kebutuhan. Konsumen mungkin tetap membayar Rp50.000 untuk satu botol shampoo, tetapi jika isinya berkurang, satu botol tersebut bisa bertahan lebih singkat.
Mengapa Harga Tetap Bisa Membuat Belanja Membengkak?
Ketika harga sebuah produk tidak berubah, perhatian konsumen biasanya berhenti pada angka yang tercantum di label. Padahal, ada variabel lain yang ikut menentukan berapa besar pengeluaran sebenarnya, yakni ukuran produk dan seberapa lama produk tersebut dapat digunakan.
Bayangkan seseorang terbiasa membeli shampoo ukuran 180 ml seharga Rp50.000. Dalam ilustrasi sederhana dari materi sumber, satu botol tersebut dapat digunakan selama sekitar dua bulan. Jika kemudian ukuran berubah menjadi 160 ml dengan harga yang sama, kebutuhan shampoo orang tersebut tidak otomatis ikut turun.
Artinya, persoalannya bukan sekadar harga satu botol masih Rp50.000. Jika shampoo 160 ml lebih cepat habis, konsumen berpotensi membeli botol berikutnya lebih cepat pula. Dalam setahun, perubahan kecil pada ukuran bisa membuat jumlah pembelian berbeda dibandingkan sebelumnya.
Perhitungan sederhana juga menunjukkan perubahan biaya per satuan. Shampoo 180 ml seharga Rp50.000 memiliki harga sekitar Rp278 per ml. Sementara itu, shampoo 160 ml dengan harga yang sama memiliki harga Rp312,5 per ml.
Dengan demikian, harga kemasan yang tetap dapat disertai kenaikan harga per ml. Inilah alasan mengapa melihat nominal di label saja tidak selalu cukup untuk mengetahui apakah suatu produk benar-benar memberikan value yang sama seperti sebelumnya.
Baca Juga: El Nino Tekan Produksi Kakao Afrika Barat, Harga Patokan Ekspor RI Naik 7,5 Persen di Oktober 2026
Baca Juga: Konsumen 40+ Kian Getol Belanja Online, Pasar Baru Yang Dibidik Merek
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








