AKURAT.CO Pernah enggak sih kamu tiba-tiba beli barang hanya karena semua orang di media sosial lagi pakai atau ngomongin itu?
Misalnya, tiba-tiba semua teman kamu beli skincare merek tertentu atau sepatu keluaran baru, terus kamu juga ikutan beli meskipun sebenarnya enggak butuh-butuh amat. Nah, itu namanya efek bandwagon alias efek ikut-ikutan.
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (12/4/2025), efek bandwagon ini adalah kondisi psikologis saat seseorang memutuskan sesuatu, termasuk membeli barang, hanya karena banyak orang di sekitarnya melakukan hal yang sama.
Biasanya, kita merasa lebih yakin atau aman kalau keputusan kita “dibenarkan” oleh banyak orang, padahal belum tentu cocok atau relevan buat kebutuhan pribadi.
Fenomena ini makin marak sejak media sosial jadi bagian dari keseharian. Dengan mudah kita bisa melihat tren terbaru, rekomendasi dari influencer, hingga testimoni berjejer yang membuat kita berpikir, “Kalau semua orang punya, masa gue enggak?”.
Baca Juga: Gen Z Protes PPN 12 Persen Lewat Frugal Living dan Loud Budgeting, Serius atau Cuma FOMO?
Akhirnya, keputusan membeli dibuat bukan karena kebutuhan atau preferensi pribadi, tapi karena takut ketinggalan tren.
Masalahnya, efek bandwagon bisa bikin kita jadi konsumtif. Kita bisa jadi boros, beli barang yang cuma dipakai sekali dua kali, atau bahkan akhirnya menyesal karena nggak sesuai ekspektasi.
Dompet menipis, tapi kebahagiaan cuma sebentar. Jadi penting banget buat tetap kritis dan kenal kebutuhan diri sendiri sebelum memutuskan membeli sesuatu.
Bukan berarti kita nggak boleh ikut tren, ya. Tapi sebaiknya tren itu disaring dulu apakah memang sesuai dengan gaya hidup, kebutuhan, dan kemampuan keuangan kita. Kalau memang cocok dan bermanfaat, kenapa nggak? Tapi kalau cuma ikut-ikutan biar nggak FOMO, sebaiknya pikir dua kali.
Cara paling gampang buat menghindari jebakan bandwagon adalah dengan kasih jeda sebelum beli. Misalnya, tunggu satu atau dua hari dan tanyakan ke diri sendiri seperti, “Kalau besok barang ini nggak hype lagi, masih pengen beli nggak?” Kalau jawabannya nggak yakin, mungkin kamu cuma kena efek ikut-ikutan.
Yuk, mulai jadi pembeli yang bijak! Jangan biarkan keputusan finansial kita dikendalikan oleh tren sesaat. Belanja boleh, tapi jangan sampai cuma karena semua orang beli, kamu jadi ikut-ikutan tanpa mikir panjang.
Kalau kamu pernah terbawa arus efek bandwagon, tenang, kamu nggak sendiri. Yang penting, dari sekarang lebih sadar dan hati-hati sebelum klik “beli”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









