OECD Naikkan Proyeksi Ekonomi RI 2026, Ini Kata OJK

AKURAT.CO Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 0,5 poin persentase.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai revisi tersebut menjadi sinyal positif terhadap daya tahan perekonomian Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kenaikan proyeksi OECD menunjukkan perekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan dari luar negeri.
Baca Juga: OECD Jadi Tameng RI Jaga Arus Investasi di Tengah Gejolak Global
"Ini menunjukkan confidence atau kepercayaan global terhadap daya tahan ekonomi Indonesia," kata Friderica dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK dikutip dari YouTube OJK, Selasa (6/10/2026).
Menurut Friderica, salah satu faktor yang menopang perekonomian nasional adalah kondisi inflasi domestik yang masih terjaga.
Stabilitas harga tersebut turut menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Inflasi domestik masih terjaga stabil sehingga turut mendorong konsumsi dalam negeri dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Selain konsumsi, Friderica menyebut sektor jasa keuangan juga masih memberikan kontribusi terhadap perekonomian.
Baca Juga: Menko Airlangga: Aksesi OECD Kunci Reformasi dan Lepas dari Middle Income Trap
Kondisi fundamental sektor keuangan yang solid dinilai menjadi salah satu penopang ketika perekonomian global menghadapi ketidakpastian.
Namun, optimisme terhadap perekonomian domestik tersebut tetap dibayangi sejumlah risiko eksternal. OJK melihat tekanan terhadap inflasi global masih berpotensi meningkat seiring eskalasi geopolitik serta fenomena El Nino yang kuat.
=====
Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan sejumlah komoditas pertanian. Jika tekanan tersebut berlanjut, inflasi global dapat kembali menjadi persoalan bagi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025. Perlambatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi negara berkembang yang masih bergantung pada perdagangan dan dinamika ekonomi global.
Meski demikian, OJK menilai sektor jasa keuangan Indonesia masih berada dalam kondisi stabil.
Stabilitas tersebut menjadi penting karena sektor keuangan berperan dalam menjaga aliran pembiayaan ke perekonomian, termasuk kepada dunia usaha dan masyarakat.
Dengan fundamental yang tetap terjaga, sektor keuangan diharapkan mampu menjadi salah satu penyangga pertumbuhan ketika risiko eksternal meningkat.
Dengan demikian, kenaikan proyeksi OECD terhadap ekonomi Indonesia tidak berarti risiko telah hilang.
Sebaliknya, revisi tersebut datang ketika ekonomi dunia masih menghadapi tekanan dari geopolitik, potensi kenaikan harga pangan dan komoditas, serta perlambatan pertumbuhan global.
OJK pun tetap melihat ketahanan domestik sebagai faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









