AKURAT.CO, Hampir semua orang ketika bertemu dengan ular, mereka akan ketakutan dan menghindarinya. Mungkin bila digambarkan secara umum, dari 10 orang yang mendapati ular, hanya satu atau dua orang yang berani menghadapi ular.
Lalu apa sih yang menyebabkan orang takut terhadap ular? Yang pertama, karena ular memiliki racun yang sangat mematikan, walaupun tidak semua ular memilikinya.
Lalu bagaimana cara kita untuk mengetahui ular itu beracun atau tidak, ternyata ada ciri yang membedakannya, apa sajakah itu?
Perbedaan ular berbisa dengan ular yang tidak berbisa
Ular yang berbisa bisanya memiliki kepala yang lebar, pipih berbentuk panah dengan leher sempit, sementara ular yang tidak berbisa memiliki leher panjang dan ramping.
Ular yang berbisa juga memiliki mata yang bentuknya seperti elips hampir mirip sepert kucing, sementara ular yang tidak berbisa matanya berbentuk bulat.
Ular berbisa memiliki lubang sensorik yang lokasinya berada di dekat lubang hidung.
Jadi berhati-hatilah ketika bisa ular sudah masuk ke dalam tubuh manusia atau pun hewan, maka dapat menyebapkan pusing, mual-mual, demam dan kondisi terburuknya adalah kematian.
Nah, buat kalian yang takut dengan ular dan belum mengetahui cara menangani ular, disarankan untuk tidak mengambil risiko dalam menghadapinya, berusahalah untuk menjauh darinya.
Alasan kedua yang membuat orang takut terhadap ular adalah karena ular merupakan hewan yang agresif. Utamanya, ketika dia merasa terancam dan pada saat dia sedang berburu. Yang harus kita waspadai ketika ular mulai agresif adalah, waspadai pergerakan kepalanya, karena itu menjadi senjatanya dalam melumpuhkan lawannya.
Tak kalah penting juga, ular kadang suka masuk ke dalam rumah-rumah warga. Yang menyebabkan ular masuk ke dalam rumah itu adalah karena ketersediaan makanan, mereka mencari sisa makanan yang ada di sekitaran rumah warga. Tempat pertama yang mereka cari adalah tong sampah, karena mereka dapat menemukan makanan sisa, salah satunya juga tikus.
Oleh karena itu, jangan pernah membuang sampah sembarangan di sekitar rumah Anda sendiri, karena dikhawatirkan akan membuat ular masuk ke daerah pemukiman.
Bagaimana agama Islam mengatur cara kita mengatasi ular?
Dalam kitab Muwaththa karya Imam Malik, beliau menjelaskan bagaimana cara kita mengatasi ular tanpa langsung membunuhnya. Dalam kitab itu dijelaskan bahwa untuk tidak lantas membunuh ularnya melainkan mengusirnya dengan cara yang baik sebanyak 3 kali.
Dalam salah satu riwayat yang di bahas dalam kitab tersebut, ketika Abu Al Said berkunjung ke rumah Abu Said Al Khudri, beliau melihat Abu Said Al Khudri sedang melaksanakan sholat, ketika Abu Al Said melihat ular ada di sekitaran Al khudri, dia langsung berdiri dan ingin membunuh ular tersebut, akan tetapi Al khudri yang masih sholat itu mengangkat tangannya menahan Abu Said untuk membunuh ular tersebut.
Setelah melaksanakan sholat, Al Khudri menceritakan sebuah kejadian yang dialami oleh seorang pemuda yang menjadi prajurit perang Khandaq melawan orang-orang Quroidhah pada saat itu. Ketika dia pulang, dia mendapati istrinya berada di rumah tetangganya, lalu si pemuda ini langsung ingin melempar tombaknya ke arah istrinya karena termakan oleh rasa cemburu, sebelum dia melempar tombaknya, istrinya berteriak untuk tidak melemparkan tombaknya ke arahnya. Dia menyururuh suaminya untuk masuk ke dalam rumah dan mengecek apa yang ada di dalamnya, akhirnya si suami itu menemukan seekor ular di dalam rumahnya, dan langsung membunuh ular tersebut.
Kemudian Al Khudri melanjutkan ceritanya, “kemudian kami menghadap Rasulullah dan menceritakan apa yang telah terjadi, lalu Rasulullah menjelaskan bahwa di Madinah ada beberapa jin yang masuk Islam, jadi apabila kalian menemukan mereka dalam wujud ular, maka jangan langsung membunuh mereka, tapi usir meraka selama 3 hari (ulama berbeda pendapat mengenai ucapan Rasulullah ini), ada yang mengatakan yang dimaksud di situ adalah 3 kali, dan ada yang mengatakan diusir selama 1 kali dalam 3 hari).
Apabila dalam waktu 3 hari dia tidak pergi juga, maka itu adalah setan. Adapun bacaan yang bisa kita praktekkan untuk mengusir ular, dalam kitab Al Adab Al Kubro yaitu “idzhab bissalam wa la tu’zinah” yang artinya pergilah dengan damai dan jangan sakiti kami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





