Pemimpin Saling Berseteru, Bagaimana Sikap Rakyat Menghadapinya dalam Pandangan Islam?

AKURAT.CO Dalam hubungan pemerintahan suatu negara, terjadinya perbedaan pendapat, pandangan, keputusan, dan lain sebagainya dapat terjadi pada para pemimpinnya.
Konflik ini bahkan dapat menimbulkan perseteruan dan saling hujat antar satu pemimpin dengan yang lain.
Di dalam Islam sendiri, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan dan contoh baik bagi rakyatnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21 bahwa keteladanan melekat pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ
Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)
Baca Juga: Apakah Golput Diperbolehkan dalam Islam? Berikut Ini Penjelasan Wajibnya Memilih Pemimpin
Berdasarkan ayat tersebut, seorang pemimpin merupakan contoh dan teladan bagi rakyatnya. Maka dari itu, seorang pemimpin harus menunjukkan keteladanan yang baik agar rakyatnya memiliki contoh dan dapat bercermin pada perilaku pemimpinnya.
Maka dari itu, tak seharusnya para pemimpin suatu negara memilih untuk bertindak tidak bijaksana dalam menghadapi konflik, seperti menanggapi perbedaan pendapat dan keputusan dengan berseteru dan saling hujat dibanding melakukan kolaborasi dan musyawarah.
Dikutip dari situs rumaysho.com, seorang rakyat tetap berkewajiban untuk menghormati dan menaati pemimpinnya meski belum mampu menjadi teladan baik bagi rakyatnya. Sikap taat ini tetap berlaku selama perbuatan pemimpin tidak termasuk melanggar syariat Allah SWT
Dari Abu Najih, Al ‘Irbadh bin Sariyah Ra, ia berkata: "Rasulullah SAW memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan menjadikan air mata berlinang". Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan adalah nasihat dari orang yang akan berpisah, maka berilah kami wasiat.” Rasulullah SAW bersabda:
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّوَجَلَّ , وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكَ عَبْدٌ
"Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan taat walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak)." (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi, Hadis Hasan Shahih)
Dalam kasus seperti ini, apabila rakyat mendapati para pemimpinnya saling berseteru dan tidak mampu memberikan teladan yang baik, maka rakyat tetap berkewajiban untuk menasehati ataupun memberikan teguran dengan cara yang baik dan tanpa merendahkan. (Yasmina Nuha)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








