Jelang Hari Ibu, Berikut Peran Ibu Bagi Anak-Anaknya dalam Al-Quran

AKURAT.CO Masyarakat biasa merayakan hari ibu pada tanggal 22 Desember. Melalui peringatan ini, kemuliaan peran ibu terus dijunjung tinggi dan wajib dihormati, sebagaimana Islam mengistimewakan ibu dalam berbagai dalil dalam Al-Quran.
Ibu dalam pengertian ini tertuju pada peran perempuan untuk mengurus, mengasihi, dan merawat anak-anaknya sejak masa kandungan hingga dewasa. Beban dari peran inilah yang menyebabkan tanggung jawab seorang ibu begitu besar dan tidak mudah untuk dilakukan.
Baca Juga: Tiba Hari Ibu, Ini Doa Memohon Syafaat untuk Ibunda Agar Selamat Dunia Akhirat
Maka dari itu, peran-peran ibu dalam Al-Quran dijelaskan dalam berbagai dalil berikut:
1. Mengandung sebagai masa yang melelahkan (Luqman: 14)
Peran ibu dimulai pada masa mengandung selama sembilan bulan lamanya. Fase ini digambarkan sebagai masa yang berat, melelahkan, dan fase terlemah dari seorang ibu. Salah satu dalil mengenai fase mengandung yang dijelaskan dalam Al-Quran terdapat dalam surat Luqman ayat 14, berikut:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤
Artinya: “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (QS. Luqman: 14).
2. Menyusui selama dua tahun (Al-Baqarah: 233)
Setelah melahirkan, seorang ibu akan memasuki fase menyusui hingga anaknya berusia dua tahun, sebagai tanda kasih sayang untuk memberikan nutrisi terbaik pada periode awal pertumbuhan buah hatinya. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233, berikut:
وَالْوٰلِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَۗ
Artinya: “Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233).
3. Menyayangi anaknya (Al-Qashash: 13)
Ibu memiliki naluri alami untuk senantiasa menyayangi anaknya. Bagi seorang ibu, anaknya merupakan harta berharga yang menjadi penyejuk hatinya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Qashash ayat 13, berikut:
فَرَدَدْنٰهُ اِلٰٓى اُمِّهٖ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ اَنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَࣖ ١٣
Artinya: “Lalu, Kami mengembalikan dia (Musa) kepada ibunya agar senang hatinya serta tidak bersedih, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.” (QS. Al-Qashash: 13).
4. Ibu sebagai sekolah pertama bagi anaknya (An-Nahl: 78)
Seorang ibu menjadi madrasah atau sekolah pertama untuk anak-anaknya. Hal ini menjadi pertanda bahwa ibu, sebagai orang terdekat dengan anaknya, akan menjadi pendidik pertama yang mengenalkan berbagai hal baru kepada anaknya.
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٧٨
Artinya: “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78).
5. Mendidik anaknya (Ali Imran: 35)
Salah satu tugas dari orang tua, termasuk seorang ibu sebagai pendidik utama bagi seorang anak, ialah mendidik dan menjadikan anaknya sebagai seseorang yang saleh dan bertakwa kepada Allah SWT. Sebagaimana doa Maryam, ibu, Nabi Isa AS, dalam surat Ali Imran ayat 35, berikut:
اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ٣٥
Artinya: “(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitul Maqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Berdasarkan dalil-dalil tersebut, peran seorang ibu bagi anaknya sangatlah besar sejak pertama kali seorang anak diciptakan sebagai manusia hingga tumbuh dewasa. Maka dari itu, mulianya seorang ibu menjadikannya berhak atas segala cinta dan hormat dari anak-anaknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









