Akurat
Pemprov Sumsel

Kisah Porphyrios, Teror Seekor Paus Pada Kekaisaran Bizantium

Eko Krisyanto | 4 Oktober 2023, 11:13 WIB
Kisah Porphyrios, Teror Seekor Paus Pada Kekaisaran Bizantium

AKURAT.CO, Pada era Kekaisaran Bizantium, terdapat seekor ikan paus yang kerap menghancurkan hingga menelan kapal-kapal yang berlayar. Pada saat itu, paus tersebut dikenal dengan Porphyrios.

Dalam sejarah, tidak terdapat catatan yang mengatakan pasti asal-usul nama Porphyrios tersebut.

Beberapa ahli hanya berpendapat, Porphyrios berasal dari sebuah mitologi raksasa yang mengobarkan perang melawan Yunani kuno selama Gigantomachy yang memiliki nama Porphyrios. Beberapa ahli bahkan hanya dapat berpendapat Porhyrios merupakan nama yang diambil dari nama seorang kusir yang hidup di era Kekaisaran Bizantium.

Selain itu, tidak pernah ada catatan yang menjelaskan detail tentang spesies Porphyrios. Namun berdasarkan deskripsi yang mengatakan tentang ukuran, usia, perilaku, hingga warna, dapat diperkirakan bahwa Pophyrios merupakan spesies Paus Sperma yang dapat hidup di seluruh lautan yang tidak tertutup oleh es.

Dalam kisahnya, Porphyrios sangat sering menyerang kapal. Mulai dari kapal para penangkap ikan, pedagang, hingga kapal perang beresiko untuk menjadi target dari Porphyrios di lautan.

Baca Juga: Misteri Lautan Dan Mengapa Banyak Makhluk Raksasa Di Laut?

Menurut Procopius seorang penulis sekaligus sejarawan mengatakan, Porphyrios meneror kapal-kapal di dekat Konstantinopel selama lebih dari 50 tahun. Porphyrios memiliki kebiasaan berpindah ke tempat lain dalam waktu yang lama. Namun kerap kali berada tepat di bawah gelombang di Selat Bosporus dan Laut Hitam.

Reputasi Porphyrios pada masa itu menjadi sangat mengerikan dengan kebiasaannya yang menyerang, menghancurkan hingga menelan kapal secara acak. Hal itu juga membuat para pelayar sering memilih jalan memutar menghindari wilayah teritotial Porphyrios.

Adanya Porphyrios sangat berdampak bagi bangsa Romawi kuno pada saat itu. Keresahan tersebut membuat Kaisar Justinian I membuat keputusan bahwa Porphyrios harus ditangkap untuk melindungi perairan tempat kapal berlayar. Namun, Kaisar Justinian I ketika itu masih belum menemukan cara untuk menangkap maupun menaklukan Porphyrios.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Tentang Lautan, Bikin Tercengang!

Akibatnya Porphyrios berdampak pada ketidakstabilan perekonomian Kekaisaran Bizantium akibat diserangnya kapal para pedagang. Tidak hanya itu, berkurangnya pasokan ikan yang diterima juga sedikit memengaruhi perekonomian pada saat itu. Hal ini terjadi selama 50 tahun Kekaisaran Bizantium hidup berdampingan dengan laut yang di dalamnya dihuni oleh Porphyrios.

Dengan reputasinya yang sangat menyeramkan tersebut, akhir hidup dari Porphyrios ini tidak dapat diduga. Menurut catatan yang dibuat oleh Procopius, Porphyrios mati karena kecerobohannya sendiri.

Diceritakan, suatu hari Porphyrios sedang berburu dan mengejar lumba-lumba hingga tanpa disadari Porphyrios sudah berada di perairan dangkal sekitar pantai. Hal itu terus berlanjut hingga Porphyrios terdampar dipantai. Porphyrios berusaha sekuat tenaga untuk kembali ke laut, namun setiap usahanya hanya membuat keadaannya semakin memburuk.

Kabar terdamparnya Porphyrios sudah menyebar ke kalangan penduduk yang menjadi korban terornya selama 50 tahun. Penduduk berbondong-bondong dantang untuk menghancurkan Porphyrios sang monster laut yang sudah 50 tahun menjadi momok menakutkan teror di laut. (Sastra Yudha Muhidin)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R