Akurat Logo

Strategi Harga Tetap Sama MR.D.I.Y.: Saat Kepastian Harga Menjadi Kebutuhan Baru di Tengah Inflasi

Idham Nur Indrajaya | 4 Juni 2026, 16:04 WIB
Strategi Harga Tetap Sama MR.D.I.Y.: Saat Kepastian Harga Menjadi Kebutuhan Baru di Tengah Inflasi
Strategi harga tetap sama MR.D.I.Y. membantu keluarga dan UMKM menghadapi inflasi melalui kepastian harga dan belanja lebih terencana. dok. M.R. D.I.Y.

AKURAT.CO Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, banyak keluarga dan pelaku usaha kecil menghadapi tantangan yang sama: harga kebutuhan sehari-hari yang terus bergerak naik. Dari bahan baku usaha hingga perlengkapan rumah tangga, kenaikan harga membuat masyarakat harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Dalam situasi seperti ini, bukan hanya harga murah yang dicari konsumen, tetapi juga kepastian harga yang membantu mereka merencanakan keuangan dengan lebih tenang.

Fenomena tersebut menjadi semakin relevan ketika inflasi masih memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen. Meski tergolong terkendali, kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan tetap dirasakan oleh rumah tangga maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ringkasan

Strategi "Harga Tetap Sama" MR.D.I.Y. Indonesia merupakan komitmen perusahaan untuk menjaga harga produk tetap konsisten bagi konsumen di tengah dinamika ekonomi dan kenaikan harga berbagai kebutuhan. Strategi ini bertujuan memberikan kepastian pengeluaran bagi keluarga, generasi muda, hingga pelaku UMKM agar dapat mengelola anggaran secara lebih terencana dan efisien.

Mengapa Kepastian Harga Menjadi Kebutuhan Baru Konsumen Indonesia?

Selama bertahun-tahun, konsumen Indonesia dikenal sangat sensitif terhadap harga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan perilaku yang menarik.

Jika sebelumnya masyarakat lebih fokus mencari diskon terbesar, kini banyak konsumen justru lebih menghargai harga yang stabil dan dapat diprediksi. Perubahan ini muncul karena ketidakpastian ekonomi membuat perencanaan keuangan menjadi semakin penting.

Perencana keuangan Prita Ghozie menilai bahwa kepastian harga kini memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar promosi sesaat.

"Di tengah tekanan inflasi yang masih dirasakan masyarakat, kepastian harga bukan sekadar keuntungan belanja, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat. Ketika harga suatu produk bisa diprediksi, konsumen maupun pelaku usaha kecil dapat mengalokasikan anggaran mereka dengan lebih terencana dan tidak reaktif terhadap perubahan harga," ujar Prita melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 4 Juni 2026.

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam perilaku konsumen. Ketika harga suatu barang stabil, masyarakat dapat menyusun anggaran bulanan dengan lebih akurat. Sebaliknya, harga yang berubah-ubah sering kali memicu keputusan belanja yang emosional dan tidak terencana.

Harga Murah Belum Tentu Membuat Konsumen Tenang

Ada paradoks menarik yang jarang dibahas.

Banyak perusahaan berlomba menawarkan diskon besar, tetapi konsumen tetap merasa tidak nyaman karena harga normal produk tersebut terus berubah. Sebaliknya, harga yang stabil meskipun tidak selalu menjadi yang termurah justru dapat memberikan rasa aman dalam pengelolaan keuangan.

Bagi keluarga dan UMKM, rasa aman tersebut sering kali lebih berharga daripada selisih harga beberapa ribu rupiah.

Bagaimana Strategi MR.D.I.Y. Menjaga Harga Tetap Sama?

Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, menjaga harga tetap stabil bukanlah tugas sederhana. Kenaikan biaya distribusi, logistik, bahan baku, hingga operasional toko dapat memberikan tekanan terhadap harga jual produk.

Namun, MR.D.I.Y. Indonesia memilih mempertahankan komitmen "Harga Tetap Sama" sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.

Menurut Hendra Kurniawan, Direktur/VP Retail Management MR.D.I.Y. Indonesia, keterjangkauan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

"Melalui komitmen 'Harga Tetap Sama', kami ingin menegaskan bahwa keterjangkauan harga tetap menjadi prioritas utama MR.D.I.Y. Indonesia. Di tengah lanskap ekonomi yang terus bergerak, kami ingin pelanggan tetap dapat menjalani keseharian dan mengembangkan usaha mereka dengan lebih tenang dan tetap memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari mereka, mulai dari perlengkapan rumah tangga serta kegiatan usaha dengan harga dan kualitas terbaik," ujarnya.

Komitmen tersebut didukung oleh jaringan lebih dari 1.300 toko yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran jaringan yang luas memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga yang konsisten.

Dari perspektif konsumen, konsistensi harga lintas wilayah juga menjadi faktor penting. Harga yang sama antara satu daerah dengan daerah lain membantu masyarakat menghindari ketidakpastian yang sering muncul akibat perbedaan harga geografis.

Baca Juga: Pasar Properti 2026 Lebih Rasional, Skema Kreatif Jadi Kunci Jaga Daya Beli

Apa Dampaknya bagi Rumah Tangga dan UMKM?

Bagi pelaku UMKM, kestabilan harga memiliki dampak yang lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Ketika biaya operasional meningkat, pemilik usaha kecil sering menghadapi dilema: menaikkan harga jual atau menanggung penurunan margin keuntungan. Kedua pilihan tersebut memiliki risiko masing-masing.

Kondisi inilah yang dirasakan oleh Annisa Amelia, seorang ibu rumah tangga berusia 25 tahun asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Bersama suaminya, Annisa menjalankan usaha Ice Cream BJM yang kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga mereka. Selama tiga tahun terakhir, usaha tersebut berkembang dari penjualan sederhana hingga memiliki satu orang karyawan dengan omzet harian mencapai Rp250 ribu.

Namun, kenaikan harga berbagai kebutuhan usaha mulai dirasakan.

"Sekarang banyak harga barang yang naik, mulai dari plastik sampai bahan baku. Tapi pembeli kami anak-anak sekolah, uang jajannya terbatas. Jadi kami nggak bisa asal naikkan harga," kata Annisa.

Alih-alih menaikkan harga produk secara agresif, Annisa memilih mengoptimalkan pengeluaran usaha.

Ia mulai memperbaiki tampilan usaha dengan mengganti spanduk, memperbarui perlengkapan penjualan, serta membeli kebutuhan operasional secara lebih terencana.

"Memang prioritas kami salah satunya adalah upgrade kemasan supaya lebih rapi dan nyaman dilihat orang. Untungnya, di MR.D.I.Y. dengan Rp100 ribu saja sudah bisa dapat banyak kebutuhan buat jualan maupun kebutuhan rumah tangga, jadi pengeluaran terasa lebih efisien," ujarnya.

Simulasi Sederhana UMKM

Bayangkan seorang pemilik usaha kecil menganggarkan Rp500 ribu per bulan untuk perlengkapan usaha.

Jika harga kebutuhan naik 10-15 persen secara tidak terduga, maka anggaran bisa membengkak hingga Rp550 ribu sampai Rp575 ribu. Dalam skala usaha kecil, selisih tersebut dapat mengurangi modal kerja yang seharusnya digunakan untuk stok atau pemasaran.

Sebaliknya, harga yang stabil memungkinkan pemilik usaha membuat proyeksi biaya yang lebih akurat dan mengurangi risiko pengeluaran mendadak.

Inilah manfaat yang sering kali tidak terlihat dalam promosi harga murah biasa.

Mengapa Generasi Muda Semakin Mengutamakan Harga yang Konsisten?

Perubahan perilaku konsumen tidak hanya terjadi pada keluarga dan pelaku usaha. Generasi muda juga menunjukkan kecenderungan yang sama.

Anastasya Raudothul Jannah atau Tasya, 19 tahun, merasakan langsung pentingnya harga yang konsisten ketika berada dalam masa transisi setelah menyelesaikan magang dan sedang mencari pekerjaan.

Saat pertama kali berbelanja di MR.D.I.Y. Indonesia, Tasya membawa anggaran sekitar Rp100 ribu untuk membeli beberapa kebutuhan pribadi.

"Waktu itu saya sempat takut uangnya nggak cukup. Tapi ternyata masih bisa beli beberapa kebutuhan dan tetap merasa tenang saat di kasir. Buat saya, harga yang tetap sama seperti ini membantu banget, apalagi sekarang saya masih cari kerja dan harus lebih berhitung soal pengeluaran," cerita Tasya.

Pengalaman Tasya menggambarkan realitas yang dihadapi banyak anak muda saat ini.

Ketika belum memiliki pendapatan tetap, kepastian harga menjadi faktor penting dalam mengelola keuangan sehari-hari. Mereka tidak hanya mencari produk murah, tetapi juga ingin memastikan anggaran yang dimiliki dapat mencukupi kebutuhan yang direncanakan.

Baca Juga: Daya Beli Dijaga, Konsumsi Jadi Mesin Ekonomi RI

Baca Juga: PDIP Ingatkan Dampak Dolar Tetap Terasa di Desa: Harga Barang Naik, Rakyat Pasti Kena

Apakah Harga Stabil Lebih Penting daripada Diskon Besar?

Ini mungkin menjadi pertanyaan paling menarik dalam perubahan perilaku konsumen saat ini.

Diskon besar memang mampu menarik perhatian dalam jangka pendek. Namun, bagi rumah tangga dan UMKM yang harus mengelola pengeluaran setiap bulan, harga yang stabil sering kali lebih bernilai.

Dari perspektif perencanaan keuangan, diskon membantu menghemat pengeluaran sesaat. Sebaliknya, kepastian harga membantu menciptakan prediktabilitas anggaran dalam jangka panjang.

Prita Ghozie menilai hal tersebut sangat penting bagi keberlangsungan usaha kecil.

"Bagi pelaku UMKM, terutama yang baru merintis, kestabilan harga juga membantu mereka membuat keputusan pembelian yang lebih terencana dan mengalokasikan anggaran secara lebih efektif. Dengan begitu, energi dan fokus dapat dialihkan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis," jelasnya.

Insight ini menunjukkan bahwa stabilitas harga bukan sekadar strategi ritel, melainkan juga bagian dari ekosistem yang mendukung ketahanan ekonomi masyarakat.

Apa Arti Strategi Ini bagi Ekonomi Konsumen Indonesia?

Dalam kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian global, daya beli masyarakat menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Ketika konsumen memiliki akses terhadap harga yang lebih stabil dan dapat diprediksi, mereka cenderung lebih percaya diri dalam melakukan pengeluaran yang produktif.

Bagi keluarga, hal ini berarti anggaran rumah tangga menjadi lebih terkendali.

Bagi UMKM, kestabilan harga membantu menjaga margin usaha dan arus kas.

Bagi generasi muda, kepastian harga memberikan ruang untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Sebagai bagian dari edukasi publik mengenai komitmen "Harga Tetap Sama", MR.D.I.Y. Indonesia juga menghadirkan instalasi giant padlock di Terowongan Kendal, Jakarta, pada 28 Mei 2026 serta berbagai aktivasi saat Car Free Day di sejumlah wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan konsep kepastian harga kepada masyarakat secara lebih dekat.

Kepastian Harga Mungkin Menjadi Mata Uang Baru Kepercayaan Konsumen

Di tengah inflasi yang masih dirasakan masyarakat, konsumen Indonesia tampaknya sedang mengalami perubahan cara pandang terhadap belanja. Mereka tidak lagi hanya mencari harga termurah, tetapi juga mencari kepastian yang membantu mereka merencanakan masa depan.

Kisah Annisa di Kalimantan Selatan, pengalaman Tasya di Tangerang, hingga pandangan Prita Ghozie menunjukkan satu benang merah yang sama: kepastian harga kini menjadi bagian dari strategi bertahan hidup dan berkembang di tengah ekonomi yang terus berubah.

Bagi perusahaan ritel, tantangannya bukan lagi sekadar menawarkan harga rendah. Tantangan yang lebih besar adalah membangun kepercayaan melalui konsistensi. Dan bagi konsumen, kepercayaan itulah yang sering kali menjadi dasar keputusan belanja yang paling rasional.

Pantau terus perkembangan tren konsumsi dan strategi bisnis yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, karena perubahan kecil dalam cara kita berbelanja sering kali mencerminkan perubahan yang lebih besar dalam cara kita mengelola keuangan.

Baca Juga: Penyebab Rupiah Terus Melemah: Pengamat Ungkap Faktor Global, Ancaman PHK hingga Risiko Daya Beli Turun

Baca Juga: BPS: Inflasi Inti Menguat, Ponsel hingga Oli Mesin Naik Harga

FAQ

1. Mengapa kepastian harga menjadi penting di tengah inflasi?

Kepastian harga menjadi semakin penting karena membantu masyarakat mengelola pengeluaran dengan lebih terencana saat inflasi menyebabkan harga berbagai kebutuhan mengalami kenaikan. Ketika harga produk tetap stabil, keluarga, pekerja muda, maupun pelaku UMKM dapat menyusun anggaran bulanan dengan lebih akurat tanpa harus terus-menerus menyesuaikan rencana keuangan akibat perubahan harga yang tidak terduga. Dalam kondisi ekonomi yang dinamis, kepastian harga bahkan sering dianggap lebih bernilai daripada diskon sesaat karena memberikan rasa aman dalam pengelolaan keuangan jangka panjang.

2. Bagaimana harga yang stabil membantu pelaku UMKM?

Harga yang stabil membantu UMKM mengendalikan biaya operasional dan membuat perencanaan usaha menjadi lebih mudah. Ketika harga perlengkapan usaha, kemasan, atau kebutuhan pendukung lainnya dapat diprediksi, pelaku usaha kecil bisa menghitung modal kerja, menentukan strategi pembelian, dan menjaga margin keuntungan dengan lebih baik. Stabilitas harga juga mengurangi risiko pembengkakan biaya yang dapat mengganggu arus kas dan keberlangsungan bisnis, terutama bagi UMKM yang masih berada pada tahap pengembangan usaha.

3. Apa manfaat strategi Harga Tetap Sama MR.D.I.Y. bagi konsumen?

Strategi Harga Tetap Sama MR.D.I.Y. memberikan manfaat berupa kepastian pengeluaran bagi konsumen yang ingin berbelanja kebutuhan rumah tangga maupun usaha dengan lebih tenang. Dengan harga yang konsisten, konsumen tidak perlu khawatir menghadapi perubahan harga yang signifikan saat membeli produk yang sama di waktu berbeda. Hal ini membantu menciptakan pengalaman belanja yang lebih nyaman sekaligus mendukung perencanaan keuangan yang lebih disiplin di tengah tekanan inflasi dan kenaikan biaya hidup.

4. Mengapa generasi muda semakin memperhatikan kestabilan harga?

Generasi muda saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya, mulai dari biaya hidup yang meningkat hingga persaingan kerja yang semakin ketat. Karena itu, banyak Gen Z dan milenial mulai menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang lebih cermat. Kestabilan harga membantu mereka mengontrol pengeluaran bulanan, menghindari pemborosan, dan memastikan anggaran yang dimiliki dapat digunakan secara optimal. Bagi mereka yang belum memiliki penghasilan tetap, kepastian harga menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan belanja sehari-hari.

5. Apakah harga stabil lebih menguntungkan dibanding diskon besar?

Harga stabil dan diskon besar memiliki fungsi yang berbeda, tetapi dalam banyak kasus harga stabil memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan. Diskon besar memang dapat menghemat pengeluaran dalam jangka pendek, namun sering kali bersifat sementara. Sebaliknya, harga yang konsisten membantu konsumen membuat perencanaan keuangan yang lebih baik karena mereka dapat memperkirakan biaya kebutuhan secara lebih akurat. Bagi rumah tangga dan UMKM, kemampuan memprediksi pengeluaran sering kali lebih penting daripada mendapatkan potongan harga sesaat.

6. Bagaimana cara mengatur pengeluaran rumah tangga saat harga kebutuhan naik?

Salah satu cara paling efektif adalah dengan membuat daftar prioritas kebutuhan, menetapkan anggaran belanja bulanan, dan memilih tempat belanja yang menawarkan harga terjangkau serta konsisten. Selain itu, konsumen juga dapat membandingkan kebutuhan yang benar-benar diperlukan dengan keinginan yang bersifat konsumtif. Dalam kondisi inflasi, fokus pada efisiensi pengeluaran dan kepastian harga dapat membantu keluarga menjaga kesehatan keuangan tanpa harus mengurangi kualitas kebutuhan sehari-hari secara drastis.

7. Apa dampak kenaikan harga terhadap perilaku belanja masyarakat Indonesia?

Kenaikan harga mendorong masyarakat Indonesia menjadi lebih selektif, berhati-hati, dan terencana dalam berbelanja. Konsumen kini cenderung mencari nilai terbaik dari setiap pengeluaran, bukan hanya harga termurah. Mereka lebih sering membandingkan produk, mempertimbangkan manfaat jangka panjang, serta memilih toko atau merek yang menawarkan keterjangkauan dan kepastian harga. Perubahan perilaku ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan ekonomi, kepercayaan dan prediktabilitas menjadi faktor yang semakin menentukan keputusan pembelian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.