Mengenal PMI, Tren Kencan Gen Z Yang Akan Merusak Hubungan

AKURAT.CO PMI, sebuah istilah yang sedang menjadi tren kencan toxic saat ini. Inilah cara mengenalinya dan menghentikannya sebelum merusak hubungan Anda.
Keintiman dini, atau PMI, menunjukkan dorongan untuk berbagi terlalu banyak hal dan terlalu cepat dengan pasangan baru, sering kali membuat orang merasa terekspos atau menyesal.
Praktisi seks dan hubungan bersertifikat, Georgia Grace, berbagi dengan Body+Soul mengapa batasan yang sehat dan jalur komunikasi yang kuat sangat penting untuk dikembangkan di awal hubungan apa pun, dan mengapa penting untuk mewaspadai tanda-tanda PMI.
Apa sebenarnya PMI itu?
PMI adalah romansa yang setara dengan TMI (terlalu banyak informasi), menggabungkan bisikan bom cinta dan dumping trauma. Intinya, istilah ini mengacu pada pembagian pikiran, tubuh dan jiwa yang berlebihan.
Meskipun keintiman tidak diragukan lagi merupakan landasan penting bagi hubungan yang sedang berkembang, melangkah terlalu dini adalah cara yang pasti untuk membuat seseorang 'menjijikkan'.
Dikutip dari New York Post, menurut pakar hubungan Jessica Alderson, melepaskan keintiman terlalu dini dalam hubungan menjadi semakin umum dalam dunia kencan modern.
“Beberapa orang takut ditolak atau ditinggalkan dan percaya bahwa dengan membuka diri secara cepat mereka dapat menciptakan ikatan yang kuat,” ujarnya.
“Mereka mungkin percaya bahwa dengan menjadi rentan dan berbagi informasi pribadi pada tahap awal berkencan, teman kencan mereka akan menganggap mereka lebih diinginkan atau dapat dipercaya.”
PMI dapat disebabkan oleh berbagai alasan, seperti kebutuhan validasi yang mengakar atau ketidakmampuan untuk memahami isyarat sosial secara akurat.
Baca Juga: Hindari Penipuan, Simak 2 Tips Kencan Online Yang Aman
Apa dampak dari PMI?
Ada beberapa konsekuensi langsung yang bisa ditimbulkan oleh PMI, dan yang paling umum adalah risiko membuat pasangan kewalahan atau membuat mereka salah menafsirkan perilaku Anda.
Terlalu banyak PMI pada tahap awal juga dapat menjadi pemicu masalah-masalah lain di kemudian hari.
“Pengungkapan detail pribadi secara bertahap dapat berkontribusi pada antisipasi dan kenikmatan dalam mengetahui lebih banyak tentang satu sama lain seiring berjalannya waktu”, kata Alderson.
Terlalu banyak keintiman di masa-masa awal akan mempercepat proses ini, menghilangkan rasa intrik yang memicu ketertarikan.
Dalam hubungan baru, keintiman penting untuk pertumbuhan dan koneksi, cukup pastikan Anda menerapkan kesadaran diri dan berbagi sesuatu dengan niat yang benar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





