Tensi Geopolitik Memanas, Kepala Bappenas Sarankan 2 Hal Untuk Perekonomian RI

AKURAT.CO Saat ini sedang terjadi tensi geopolitik dan perang seperti di Israel – Hamas, Ukraina dan Rusia. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyampaikan, bahwa untuk perbaikan perekonomian global termasuk Indonesia harus memperbaiki sektor pasar modal dan pasar keuangan untuk menarik minat investasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Suharso di sela-sela seminar “Ekonomi Politik Indonesia dan Antarbangsa” yang dilaksanakan di Gedung Bappenas pada Senin 20 November 2023.
“Kita melihat dulu dari perkembangan yang terjadi di sektor pasar modal dan pasar keuangan, karena itu yang menentukan mengenai selera investasi si pemegang modal, itu akan sangat ditentukan dengan pasti tingkat pengembalian yang paling aman, safety, dan seterusnya,” kata Suharso di Jakarta, Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Perekonomian Global Melemah, Jokowi: Bersyukur Growth Kita Masih Di Atas 5 Persen
Kemudian Suharso menjelaskan, pertemuan bilateral antara negara Cina dan Amerika Serikat (AS) di San Francisco pada 15 November 2023 tersebut merupakan langkah yang sangat baik dan diharapkan.
“Ini mudah-mudahan akan memperbaiki supply chain dunia yang awalnya terjadi karena terjadinya perang Ukraina dan Rusia. Jadi Kita bersyukur, yang kita harapkan mereka akan membentuk kembali agregat demand yang tinggi kepada dunia,” ucap Suharso.
Suharso menambahkan, jika agregat demand yang dibentuk oleh kedua negara tersebut berhasil, maka negara-negara lain yang memiliki hubungan dagang atau ekonomi oleh Cina dan AS akan mendapatkan benefit dari hal tersebut.
“Kalau agregat demand yang dibentuk oleh Cina dan AS sehingga dapat menghasilkan transaksi juga naik, dan kompleksitas di kedua negara tersebut cukup besar yang berdampak terhadap negara-negara yang berhubungan dengan oleh mereka akan mendapatkan benefit dari situ,” ungkap Suharso.
Sehingga jika itu terjadi, Suharso menilai pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia tidak perlu sebagaimana yang dikhawatirkan.
Menurutnya itu sudah mengirimkan sinyal untuk investment taste bagi para pemodal-pemodal ada dengan harapan dan ekspektasi yang besar untuk diandalkan.
Oleh karena itu, Suharso menilai untuk pemulihan perekonomian global, diperlukan hubungan dagang antara Cina dan AS karena sangat signifikan dalam pembentukan agregat demand dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










