Mau Jadi Negara Maju Di 2045, Menkeu Sebut Pemerintah Fokus Tekan Kemiskinan Dan Tingkatkan Lapangan Kerja

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, pemerintah akan terus menekan kemiskinan dan meningkatkan lapangan kerja di tengah global concern terhadap climate change.
Menkeu menambahkan bahwa hal tersebut merupakan tujuan pemerintah untuk mencapai posisi high income country pada tahun 2045.
Hal tersebut disampaikan oleh Menkeu di Climate Change and Indonesia's Future: An Intergenerational Dialogue pada Senin 27 November 2023.
Baca Juga: Gawat, Bappenas Sebut RI Belum Bisa Lepas Dari Jeratan Middle Income Trap Di 2045
“Ini adalah hal yang positif. Because we have still middle income country, we continue need to growth other to need create job dan reducing other poverty,” kata Menkeu dipantau secara daring, Senin (27/11/2023).
Ditambahkan, dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil ini dan penurunan kemiskinan, Menkeu menjelaskan bahwa Indonesia akan melanjutkan pembangunan beberapa indikator pembangunan.
Di antaranya seperti angka harapan hidup yang meningkat dari tahun 2000 sebesar 65,8% menjadi 71,8% pada tahun 2020 dan angka kematian bayi yang menurun dari 41% pada tahun 2000 menjadi 19,5% pada tahun 2020.
“Ini tentunya diharapkan juga sama dengan maternal mortality (Kematian Ibu) itu menurun dari 41 persen menjadi 19,5 persen dalam 20 tahun terakhir,” imbuh Menkeu.
Sementara berdasarkan data dari Word Bank, yang menunjukkan bahwa Indonesia dalam meningkatkan income per kapita masyarakatnya, juga menimbulkan emisi per kapita yang meningkat.
“Peningkatan income per kapitanya meningkat 2 kali lipat dan emisi per kapitanya 4 kali lipat. Ini menunjukkan bahwa kita perlu dalam meningkatkan kemampuan kita dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sri Mulyani.
Oleh karena itu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memiliki kebijakan fiskal dan instrumen keuangan untuk mengatasi masalah-masalah perubahan iklim di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










