Akurat
Pemprov Sumsel

Pasar Tunggu Arahan Gubernur Powell, Rupiah Anjlok Lagi 29 Poin ke Rp15.771

M. Rahman | 5 Maret 2024, 18:57 WIB
Pasar Tunggu Arahan Gubernur Powell, Rupiah Anjlok Lagi 29 Poin ke Rp15.771

AKURAT.CO Rupiah kembali ditutup melemah 29 poin ke level Rp15.771 pada perdagangan Selasa, 5 Maret 2024.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, kesaksian Powell dan data nonfarm payrolls ditunggu pasar sekarang fokus pada kesaksian Ketua Fed Jerome Powell selama dua hari minggu ini, untuk mengetahui petunjuk lebih lanjut mengenai jalur suku bunga.

Baca Juga: Rupiah Turun 38 Poin ke Rp15.742 Usai Serangan Houthi

Para analis memperkirakan Powell akan menegaskan kembali pendiriannya bahwa The Fed perlu lebih diyakinkan bahwa inflasi bergerak kembali menuju target tahunan bank sebesar 2%, dan ketua The Fed diperkirakan akan mempertahankan sikap hawkishnya. Namun para pedagang masih mempertimbangkan peluang yang lebih besar untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, menurut alat CME Fedwatch.

"Setelah kesaksian Powell, fokus juga tertuju pada data nonfarm payrolls utama untuk bulan Februari, yang akan dirilis pada hari Jumat. Pasar tenaga kerja yang melemah juga merupakan salah satu pertimbangan utama The Fed untuk mengubah suku bunga," kata Ibrahim dikutip Selasa (5/3/2024).

Di Asia, Beijing menetapkan target PDB sebesar 5% pada tahun 2024, sama seperti pada tahun 2023. Namun dengan target defisit fiskal yang lebih rendah pada tahun tersebut, para investor mempertanyakan seberapa besar target tersebut dapat dicapai, karena perekonomian tidak lagi memiliki prospek yang baik. dasar yang lebih rendah untuk dibandingkan dengan pandemi Covid-19.

Pemerintah Chinajuga menjanjikan langkah-langkah stimulus yang lebih banyak pada tahun ini untuk menopang pertumbuhan. Namun ketidakjelasan mengenai langkah-langkah yang diusulkan tidak memberikan banyak dukungan. Secara terpisah, survei swasta menunjukkan pertumbuhan sektor jasa China melambat pada bulan Februari, menunjukkan berlanjutnya hambatan perekonomian bagi negara tersebut.

Sentimen Internal Rupiah

Pasar saat ini memantau perkembangan rapat paripurna DPR yang diwarnai dengan interupsi mengenai tentang kecurangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang dimotori oleh Fraksi PDIP, PKB dan PKS serta Nasdem. Bahkan fraksi PDIP, PKS dan PKB serta Nasdem terus menyuarakan menyinggung soal penggunaan hak angket untuk selidiki dugaan kecurangan penyelenggaraan Pilpres 2024.

Jika nantinya pemerintah terbukti melakukan kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu maka harus ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan. Sebaliknya, jka tidak terbukti maka bisa menjadi klarifikasi isu negatif kepada pemerintah.

Selain itu fraksi PDIP, PKB dan PKS menambahkan, fasilitas negara tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun sekelompok pihak saja. Termasuk, dalam konteks penyelenggaraan pemilu. Sehingga pemilu ke depan bisa terjamin kualitasnya. Tak hanya itu, DPR juga bisa mengoptimalkan fungsi pengawasannya yang selama ini dirasa tidak ada taring hingga marwahnya.

Namun anggota DPR dari fraksi Gerindra dan fraksi Demokrat menolak penggunaan hak angket. Menurut mereka hak angket tidak diperlukan masyarakat. Masyarakat saat ini lebih perlu dijamin hak-hak dasarnya daripada DPR sibuk gunakan hak angket untuk selidiki dugaan kecurangan penyelenggaraan Pemilu 2024, selain itu hak angket sebaiknya di kaji terlebih dahulu apa yang ingin di selidiki. Mereka juga menginterupsi rapat paripurna.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa