Akurat
Pemprov Sumsel

Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Cerita Ekonomi Digital Hingga Keanggotaan OECD RI

Silvia Nur Fajri | 24 Mei 2024, 19:34 WIB
Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Cerita Ekonomi Digital Hingga Keanggotaan OECD RI

AKURAT.CO Berbagai lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2024 hanya sekitar 3%, dipengaruhi oleh ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Namun, Indonesia menunjukkan kestabilan yang kokoh dalam fundamental ekonominya, dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2024 mencapai 5,11% (yoy), sementara tingkat inflasi pada April 2024 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 1,5-3,5%, yaitu 3% (yoy). 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto, Indonesia berada di lima besar terbaik negara G20 dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dan inflasi terendah, mencerminkan kepercayaan diri dalam kemampuan menjaga stabilitas ekonomi.

"Indonesia ada di lima besar terbaik negara G20 dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% dan juga masuk dalam lima besar negara dengan inflasi terendah, sehingga kami cukup percaya diri dengan kemampuan untuk menjaga kondisi ini," ungkap Menko Airlangga saat melakukan courtesy call dengan salah seorang pimpinan Nikkei Inc.,Daisuke Arakawa di Main Building Imperial Hotel di Tokyo, Jepang, dalam rangkaian acara Nikkei Forum 29th Future Asia, Jumat (24/05/2024).

Baca Juga: Menko Airlangga Harap Investasi Rp60 T Pabrik Lotte Chemical di Cilegon Rangsang Industri Lokal

Menko Airlangga juga membahas potensi ekonomi digital Indonesia yang saat ini bernilai USD90 miliar dan diharapkan akan meningkat menjadi USD130 miliar pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN, yang diproyeksikan mencapai USD2 triliun pada tahun 2030 dengan implementasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA). 

Namun, tantangan keamanan siber dan ketersediaan infrastruktur digital tetap menjadi perhatian serius, dengan Menko Airlangga menekankan bahwa Indonesia perlu lebih dari sekadar ketergantungan pada fibre optic untuk memenuhi kebutuhan jaringan internet di seluruh wilayahnya.

"Masalah cyber security akan selalu menjadi masalah dalam ekonomi digital. Dengan karakteristik sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan fibre optic sebagai solusi penyediaan jaringan internet di seluruh wilayah Indonesia," ucap Menko Airlangga.

Selain itu, Indonesia telah mengambil langkah strategis dengan menjadikan ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi utama berikutnya, menjadi rumah bagi 10 unicorn dan 2 decacorn yang menarik minat sejumlah CEO perusahaan teknologi dunia untuk berinvestasi di negara ini.

Diskusi antara Menko Airlangga dan Mr. Daisuke juga mencakup berbagai isu strategis lainnya, termasuk hilirisasi, rencana kedatangan Sekjen OECD ke Jakarta, market share pasar otomotif Indonesia, dan signifikansi keanggotaan OECD bagi Indonesia.

"Bergabung dengan OECD akan membawa manfaat besar bagi Indonesia, dengan membuka pintu bagi reformasi ekonomi tahap kedua melalui kalibrasi dengan praktik terbaik dari negara-negara anggota lainnya. Dengan demikian, kami harapkan akan semakin banyak investasi yang masuk ke Indonesia" jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.