Inflasi China Mei 2024 Naik ke 0,3 Persen Secara Tahunan

AKURAT.CO Inflasi atau Indkes Harga konsumen China naik pada Mei, bertahan di atas nol untuk bulan keempat setelah negara tersebut mengalami deflasi beruntun terburuk selama lebih dari satu dekade.
Indeks harga konsumen naik sebanyak 0,3% dari tahun sebelumnya, menurut catatan Biro Statistik Nasional China menunjukkan kenaikan yang sama seperti yang terjadi pada April dan dibandingkan dengan perkiraan median 0,4% dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom.
Harga di tingkat pabrik tetap terjebak dalam deflasi, seperti yang telah terjadi sejak akhir 2022, dengan indeks harga produsen turun 1,4% pada bulan Mei dari tahun sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan penurunan 1,5% setelah indeks turun 2,5% pada April lalu.
Baca Juga: Ekspor Minyak Arab ke China Turun, Kemahalan?
Seperti yang diketahui, pemerintah China saat ini sedang berjuang untuk memacu pengeluaran rumah tangga yang lebih tinggi di tengah kemerosotan sektor real estat yang berkepanjangan serta aktivitas pasar kerja yang semakin melemah.
Jatuhnya harga-harga produsen tersebut pada akhirnya menekan keuntungan perusahaan dan membuat mereka enggan untuk berinvestasi. Bahkan ada juga risiko bahwa konsumen bisa menjadi lebih enggan untuk berbelanja karena mengantisipasi bahwa barang-barang akan menjadi lebih murah di masa depan.
Sebagai informasi, ekonomi China baru-baru ini mengalami deflasi terpanjang sejak Krisis Keuangan Global karena permintaan domestik tetap lemah bahkan setelah negara tersebut dibuka kembali dari Covid. Para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan harga konsumen akan naik 0,7% tahun ini, jauh dari target resmi 3%.
Beberapa kenaikan harga konsumen mungkin disebabkan oleh keputusan administratif dan bukan karena peningkatan permintaan. Pemerintah lokal telah meningkatkan biaya utilitas dan tarif kereta api dalam beberapa bulan terakhir, sebuah langkah yang dapat mendorong indeks harga lebih tinggi namun membuat rumah tangga memiliki daya beli yang lebih sedikit untuk pembelian lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








