Konsumsi RT Selama Pemilu dan Lebaran Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2024

AKURAT.CO Pada kuartal I-2024, perekonomian kawasan Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi. Di saat Vietnam mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi dari 6,7% di kuartal keempat 2023 menjadi 5,6%, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,1%, sedikit lebih tinggi dari 5% di kuartal sebelumnya.
Peningkatan ini terutama didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, yang dipicu oleh pengeluaran terkait pemilu serta aktivitas Ramadan dan Idulfitri. "Perekonomian Asia Tenggara masih menunjukkan hasil yang relatif kuat, terutama di Indonesia dibandingkan dengan paruh keempat tahun lalu," ungkap Kepala ICAEW Indonesia, Conny Siahaan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2024).
Selanjutnya, Riset Oxford Economics yang diinisiasi oleh Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) juga mengungkapkan bahwa hasil positif ini menandai pencapaian terbaik Indonesia sejak kuartal kedua tahun lalu.
Selain konsumsi domestik, sektor ekspor juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan meski terbatas. Penjualan semikonduktor global naik sebesar 15,3% y/y, yang turut menyokong perekonomian negara-negara di kawasan ini, termasuk Vietnam dan Malaysia. Namun, pemulihan sektor elektronik di Asia Tenggara masih kalah dibandingkan dengan Taiwan dan Korea Selatan.
Singapura, misalnya, mencatatkan peningkatan ekspor non-migas setelah enam kuartal berturut-turut mengalami penurunan.
Baca Juga: Bank Dunia Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2024 Jadi 5 Persen
Namun, kebijakan moneter global yang ketat diperkirakan akan meredam permintaan eksternal. Proyeksi pertumbuhan global tahun 2024 diperkirakan hanya sebesar 2,6%, masih di bawah tingkat sebelum pandemi, dan pertumbuhan ekspor di kawasan ini kemungkinan besar akan tetap lemah.
Dari sisi konsumsi rumah tangga, stabilitas suku bunga riil dan inflasi yang terkendali turut berperan dalam menjaga daya beli masyarakat. Bank Indonesia memprediksi bahwa inflasi umum akan tetap berada dalam koridor target pada tahun 2024. Tingkat inflasi Consumer Price Index Indonesia tercatat stabil di angka 3 % pada bulan April, konsisten sejak awal 2023.
"Transmisi kebijakan moneter saat ini masih efektif, dengan suku bunga riil, biaya pinjaman, dan tingkat inflasi yang terjaga," tambah Conny Siahaan.
Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di angka 6,25% hingga kuartal terakhir tahun ini, sebelum kemungkinan menurunkannya sebesar 25 bps pada kuartal keempat. Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi dengan menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat.
Dengan demikian, pengeluaran domestik yang kuat, terutama dari pengeluaran terkait pemilu, Ramadan, dan Idulfitri, serta kebijakan moneter yang stabil, menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







