AKURAT.CO Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan melalui pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Langkah ini dianggap strategis dalam membangun basis data komprehensif mengenai kondisi sosial dan ekonomi seluruh penduduk Indonesia.
Data Regsosek diharapkan dapat mendukung perencanaan dan penganggaran berbasis bukti. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya data tersebut dalam sebuah acara daring bertema “Kolaborasi Mewujudkan Satu Data Menuju Indonesia Emas 2045” pada Kamis (20/6/2024).
"Data ini juga dapat menjadi tools untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, penanggulangan kemiskinan di seluruh wilayah, serta menciptakan masyarakat menuju kelas menengah dengan penghasilan relatif lebih tinggi," dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga: Lowongan Kerja Petugas Regsosek BPS, Simak Persyaratannya!
Selama 15 tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam pengurangan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 mencatat bahwa penduduk miskin di Indonesia sebesar 9,36%, sementara penduduk yang masuk dalam kategori miskin ekstrem sebesar 1,12%.
Data dari Bank Dunia juga menunjukkan bahwa kelas menengah di Indonesia meningkat dari 7% menjadi 20% dari total penduduk selama periode tersebut. Namun, Menko Airlangga mengakui bahwa masih ada tantangan besar untuk memperkuat dan memperluas kelas menengah di Indonesia.
"Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut yakni melalui integrasi serta konvergensi program-program pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan data Regsosek," kata Airlangga.
Ditambahkan, pemberdayaan ekonomi untuk menciptakan masyarakat kelas menengah tidak dapat dilakukan secara terpisah. Hal tersebut akan membutuhkan koordinasi dan juga memerlukan konvergensi lintas sektor, terutama dalam implementasi program pemberdayaan ekonomi.
"Mari kita bersama-sama bekerja keras dan bekerja tulus untuk mewujudkan hal-hal yang dapat mendorong peningkatan kelas menengah. Dengan kelas menengah yang kuat, kita memiliki fondasi yang kokoh untuk membangun bangsa yang lebih maju dan mampu mencapai target yang disarankan dalam Undang-Undang Pembangunan Jangka Menengah, yang tentunya kita berharap bisa menjadi jalan menuju Indonesia Emas di tahun 2045," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








