Antisipasi Lonjakan Permintaan, PBoC Terapkan Kuota Impor Emas

AKURAT.CO Bank Sentral China telah menetapkan kuota impor emas baru untuk beberapa bank di negara tersebut. Langkah ini diambil untuk merespons potensi peningkatan permintaan meskipun harga emas sedang mencapai puncak tertinggi.
Berdasarkan lansiran Reuters, kuota baru tersebut diberikan pada bulan Agustus setelah dua bulan mengalami penundaan karena menurunnya permintaan fisik emas akibat krisis ekonomi. Kuota ini berfungsi untuk membantu Bank Rakyat China (PBoC) mengontrol jumlah emas batangan yang masuk ke negara tersebut.
Harga emas di pasar spot telah naik 21% sepanjang tahun ini, dengan puncaknya mencapai USD2.500,99 per ons troi pada hari Jumat pukul 13.54 GMT. Kenaikan harga ini didorong oleh melemahnya dolar AS dan ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter AS akan dilonggarkan pada bulan September.
Analis menyebut bahwa tingginya pembelian emas oleh China pada bulan Maret-April menjadi salah satu faktor utama dalam kenaikan harga emas batangan. Jika permintaan kembali meningkat, harga emas diprediksi akan terus naik.
"Kuota sudah diberikan, tetapi premi lokal yang rendah dibandingkan dengan luar negeri menunjukkan tidak ada jaminan bahwa kuota tersebut akan digunakan segera, kecuali situasi membaik," ujar salah satu sumber.
Baca Juga: Redam Bubble di Pasar SBN China, PBoC Gunakan Taktik Hedge Fund
Meskipun permintaan untuk perhiasan masih rendah, permintaan untuk investasi tetap kuat. PBoC belum memberikan komentar terkait hal ini.
China memiliki sejarah membatasi kuota impor emas ketika nilai yuan melemah terhadap dolar. Namun, penundaan tahun ini disebabkan oleh keputusan bank-bank yang terkait, seiring dengan melemahnya permintaan. Pasokan emas fisik di pasar China saat ini dipandang cukup, sehingga tidak ada dorongan besar untuk meningkatkan impor.
Pada bulan Juli, PBoC tidak melakukan pembelian emas untuk cadangannya selama tiga bulan berturut-turut, dengan total kepemilikan emas mencapai 72,8 juta ons troi pada akhir bulan tersebut. PBoC juga tercatat sebagai pembeli emas terbesar di dunia pada tahun 2023 dengan pembelian bersih sebesar 7,23 juta ons, menurut Dewan Emas Dunia (WGC).
Tanda-tanda lain dari menurunnya permintaan termasuk diskon yang ditawarkan oleh dealer di China, berkisar antara USD8,5 hingga USD5 premium per ons troi pada harga spot internasional minggu ini, dibandingkan dengan diskon USD18 pada minggu sebelumnya.
Volume perdagangan yang rendah di Shanghai Gold Exchange (SGE) juga menunjukkan aktivitas yang lemah. Namun, volume perdagangan biasanya mulai meningkat kembali pada akhir Agustus hingga September.
"Dengan ketahanan emas di AS, saya tidak melihat alasan mengapa konsumen di China akan menahan diri dari pembelian emas," kata Hugo Pascal, seorang pedagang logam mulia di InProved.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








