Diduga Pengaruhi Pemilu 2020 untuk Menangkan Biden, Trump Ancam Penjarakan Bos Meta
Demi Ermansyah | 31 Agustus 2024, 20:59 WIB

AKURAT.CO Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) sekaligus calon Presiden dari Partai Republik untuk pemilu 2024, Donald Trump baru-baru ini dikabarkan mengancam akan memenjarakan CEO Meta, Mark Zuckerberg.
Di mana ancaman tersebut diungkapkan dalam sebuah buku yang akan diterbitkan minggu depan. Usut punya usut ancaman yang dilayangkan oleh Trump tersebut dalam bukunya 'Saving America' menuduh Mark Zuckerberg berusaha mempengaruhi pemilihan umum (pemilu) 2020 demi keuntungan Joe Biden terpilih menjadi Presiden AS.
Dalam buku tersebut, Trump memperingatkan bahwa jika Zuckerberg kembali melawan, Zuckerberg akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Disebutkan dalam lansiran RollingStone, buku yang akan dirilis minggu depan nanti akan menampilkan foto Zuckerberg dan Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih.
Dalam keterangan foto, Trump mengklaim bahwa Zuckerberg kerap datang ke Ruang Oval untuk bertemu dengannya. "Ia akan datang bersama istrinya yang baik hati untuk makan malam, bersikap sangat ramah, sementara di balik layar berencana untuk menentang presiden," ucapnya.
Lebih lanjut dirinya juga menegaskan bahwa ia akan mengawasi Zuckerberg dengan ketat. Apabila Zuckerberg melakukan sesuatu yang ilegal kali ini, Trump berjanji bahwa Zuckerberg akan dipenjara seumur hidup.
Sebagai informasi, ancaman tersebut merujuk pada teori konspirasi yang beredar setelah pemilu 2020, di mana Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, diduga telah menyumbangkan sekitar USD350 juta ke lembaga nirlaba Center for Tech and Civic Life yang berbasis di Chicago.
Dimana lembaga tersebut membantu menyediakan sumber daya administrasi untuk pemilihan umum di ribuan TPS selama pandemi Covid-19. Dalam wawancara dengan Fox Business pada Juni 2021, Trump juga pernah mengklaim bahwa ia memenangkan pemilu dan menuduh Joe Biden dari Partai Demokrat berbuat curang, serta menuding Facebook memiliki kotak suara palsu dengan 96% suara untuk Biden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









