Genjot Ekonomi RI, Prabowo Perlu Hidupkan Peran Dubes
Demi Ermansyah | 23 September 2024, 13:55 WIB

AKURAT.CO Ekonom Senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini menegaskan bahwa perlunya mengaktifkan kembali peran duta besar sebagai agen ekonomi sebagai bagian dari langkah meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebab, lanjutnya, jika kita 'flashback' kebelakang, pada masa Orde Baru, diplomasi ekonomi merupakan salah satu pilar utama kebijakan perdagangan. Dimana setiap duta besar tidak hanya menjalankan tugas diplomatik tradisional, namun juga aktif berpartisipasi dalam membuka akses pasar baru bagi produk-produk Indonesia.
"Dengan demikian, perlunya menghidupkan kembali peran duta besar sebagai agen ekonomi yang aktif, yang bertanggung jawab langsung dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Market Access bukan sekadar tugas tambahan, tetapi menjadi fokus utama diplomasi kita pada saat itu. Dan itu terbukti berhasil,” tegasnya pada saat webinar bersama media di Jakarta, Minggu (22/9/2024).
Apalagi saat ini, tambahnya, dengan tantangan global yang semakin kompleks, Didik berpendapat bahwa Indonesia perlu menyesuaikan kebijakan perdagangannya dengan kebutuhan zaman.
"Proteksionisme semata tidak lagi relevan di era perdagangan bebas dan globalisasi. Pemerintah harus fokus pada peningkatan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional, bukan sekadar membatasi akses impor dengan kebijakan kuota yang tidak tepat sasaran," ucapnya.
Selain itu, dirinya juga mengusulkan agar kebijakan ekspor diperkuat dengan insentif bagi para pelaku usaha yang mampu memperluas pangsa pasarnya di luar negeri. "Negara perlu mendorong pertumbuhan ekspor dengan memberikan insentif, sehingga produk Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar global," tambahnya.
Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis, Indonesia harus mampu memainkan perannya dengan lebih cerdas dan adaptif. Kebijakan perdagangan yang lebih terbuka, efisien, dan didukung oleh diplomasi ekonomi yang kuat menjadi kunci untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan global yang ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








