Inflasi Jelang Pemilu, Jepang Kembali Gelontorkan Paket Kebijakan Ekonomi
Demi Ermansyah | 5 Oktober 2024, 18:11 WIB

AKURAT.CO Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menginstruksikan kabinetnya untuk menyusun kembali paket langkah-langkah ekonomi guna membantu masyarakat yang terdampak inflasi menjelang pemilihan umum.
Di mana langkah ini bertujuan untuk meredam dampak kenaikan harga barang dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan ekonomi global yang terus meningkat. Paket langkah-langkah ekonomi ini akan mencakup bantuan tunai bagi rumah tangga berpenghasilan rendah serta dukungan bagi ekonomi regional.
Dilansir bloomberg, Juru Bicara Pemerintah, Yoshimasa Hayashi, mengatakan bahwa pemerintah berencana mengajukan anggaran tambahan ke parlemen setelah pemilu pada 27 Oktober untuk mendanai langkah-langkah tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Jepang mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, terutama dalam situasi ekonomi saat ini,” kata Hayashi, dikutip Sabtu (5/10/2024).
Senada dengan Hayashi, enteri Keuangan Katsunobu Kato juga menekankan pentingnya merespons kekhawatiran publik yang terlihat dalam jajak pendapat terbaru. Dirinya menegaskan bahwa pemerintah perlu mengambil tindakan konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski begitu, Kato belum memberikan rincian terkait ukuran anggaran atau langkah-langkah spesifik yang akan diumumkan sebelum pemilu.
Sebagai informasi, Anggaran tambahan untuk mendukung perekonomian di masa-masa sulit telah menjadi tradisi tahunan di Jepang, terutama menjelang pemilu. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan dukungan bagi pemerintahan Ishiba, yang memulai masa jabatannya dengan tingkat dukungan terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Ishiba berharap dapat mempertahankan atau memperluas mayoritas partainya di parlemen serta memperkuat kepemimpinannya. Selain bantuan tunai, paket ekonomi ini juga akan mencakup langkah-langkah untuk mendorong rumah tangga agar lebih hemat energi, mendukung wilayah regional, dan memberikan bantuan khusus bagi wilayah Noto yang terdampak bencana alam. Sebagian besar bantuan ini akan didanai melalui cadangan darurat.
Paket stimulus ini akan dipimpin oleh Menteri Revitalisasi Ekonomi, Ryosei Akazawa, yang akan bekerja sama dengan partai berkuasa untuk merumuskan langkah-langkah yang diperlukan. Dalam dokumen yang dirilis Kantor Kabinet, disebutkan bahwa upaya untuk mengatasi deflasi akan difokuskan dalam tiga tahun ke depan guna memastikan terciptanya siklus pertumbuhan yang berkelanjutan dan distribusi yang merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








