Pemerintah Luncurkan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional 2024-2045

AKURAT.CO Pemerintah meluncurkan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (MTN) 2024-2045 sebagai desain lanjutan keterlibatan pemerintah dalam mewadahi talenta-talenta nasional untuk berkarir maupun berkarya.
Peluncuran desain itu merupakan amanat dari Keputusan Presiden No. 21 Tahun 2021 tentang Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional dan Peraturan Presiden No. 108 Tahun 2024 yang mengatur perencanaan jangka panjang yang berisikan arah kebijakan, strategi, dan fokus pengembangan talenta nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Manajemen Talenta Nasional (MTN) adalah sebuah wadah yang menghimpun bagi para anak-anak Indonesia yang memiliki talenta unggul di bidang satu, inovasi dan riset, yang kedua, di bidang olahraga, yang ketiga, di bidang seni dan budaya,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam acara peluncuran Desain Besar Manajemen Talenta Nasional 2024-2045 di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Baca Juga: Heboh Fenomena Bulan Kembar, Begini Penjelasan BRIN
Dalam desain tersebut, pemerintah menetapkan tiga bidang talenta yang menjadi prioritas dalam manajemen talenta, yang pertama talenta bidang riset dan inovasi di bawah naungan Badan Riset Nasional (BRIN).
Kedua, talenta bidang seni budaya di bawah manajemen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Ketiga, talenta di bidang olahraga di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) memiliki peran sebagai koordinator Manajemen Talenta Nasional secara keseluruhan. Moeldoko menjelaskan, dengan adanya desain ini pemerintah bakal mempunyai basis data terpadu Manajemen Talenta Nasional yang mencakup tiga bidang prioritas.
“Kita akan memiliki database kepada mereka-mereka itu, selanjutnya terus mau diapain? Di sini negara hadir akan memberikan bantuan, assistance, bahkan supporting untuk melanjutkan (mendukung) anak-anak ini, mungkin yang risetnya perlu ditingkatkan, nanti Kepala BRIN akan melanjutkan risetnya pada level tertentu. Kalau ada inovasi, inovasi yang baru juga diwadahi dengan baik, disalurkan,” ujarnya.
Kemudian pemerintah juga membentuk Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional yang bertanggung jawab secara langsung kepada presiden. Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional bertugas mengoordinasikan, mengevaluasi hingga melaporkan progres penyelenggaraan Manajemen Talenta Nasional. Gugus tugas ini beranggotakan menteri atau kepala lembaga yang terkait dengan bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan delapan skema yang dapat memastikan talenta-talenta di bidang riset dan inovasi mau berkarya di Indonesia. Ia memberikan contoh bahwa saat ini pemerintah setiap tahun dapat membuka hingga 500 posisi di bidang riset untuk akademisi di jenjang pascasarjana atau S3.
“Mulai tahun ini, kita bakal (ada peluang) untuk profesor, juga para profesor diaspora yang masih di luar negeri itu bisa kembali untuk bekerja sebagai profesor juga di Indonesia. Jadi itu yang sebelumnya belum pernah ada selama ini,” kata Laksana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






