Soal Pemekaran Menteri Ekonomi Prabowo, INDEF Usul 2 Hal Ini

AKURAT.CO Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Prabowo Subianto memiliki ambisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Dalam upaya mencapai target tersebut, muncul pertanyaan apakah struktur kementerian yang menangani sektor ekonomi perlu mengalami perubahan, seperti pemisahan atau restrukturisasi beberapa kementerian maupun perluasan atau pemekaran.
Salah satu wacana yang berkembang adalah mengenai Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN. Beberapa pihak menilai perlu adanya pemisahan atau bahkan pembentukan badan terpisah untuk mengelola sektor-sektor tersebut agar lebih efektif.
Baca Juga: Ekonom Beberkan Pentingnya Politisi dalam Kabinet Prabowo
Namun, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, Kementerian Koperasi dan UKM sebaiknya tetap dipertahankan tanpa perlu dipisah. "Sebaiknya Kemenkop UKM tetap," ungkap Esther saat dihubungi Akurat.co, Rabu (16/10/2024).
Selain itu, terkait Kementerian BUMN, Esther menyarankan agar model pengelolaan BUMN lebih mirip dengan Temasek, lembaga investasi milik pemerintah Singapura. "Kalau BUMN lebih baik seperti Temasek agar lebih profit dan transparan," tambahnya.
Pendapat ini mencerminkan bahwa pengelolaan yang lebih profesional dan transparan menjadi kunci dalam memajukan sektor BUMN, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Dengan ambisi besar pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%, wacana mengenai restrukturisasi kementerian ini tentu akan menjadi topik diskusi yang menarik di kalangan para ekonom dan pengambil kebijakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









