Banyak Wajah Lama di Kabinet Merah Putih Prabowo, INDEF: Perlu Solusi Tepat Dongkrak Performa Ekonomi

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, memberikan pandangan kritisnya terhadap formasi kabinet Merah Putih Presiden terpilih Prabowo Subianto, khususnya di sektor ekonomi.
Banyak menteri dalam kabinet tersebut merupakan tokoh yang sudah berperan pada era Presiden Joko Widodo, seperti Sri Mulyani, Agus Gumiwang, Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto, hingga Bahlil Lahadalia.
Menurut Esther Sri Astuti, salah satu sisi positif dari pengisian kembali kursi menteri dengan tokoh-tokoh yang sama adalah pengalaman mereka dalam mengidentifikasi berbagai persoalan ekonomi.
Baca Juga: Prabowo Diwarisi Krisis Kelas Menengah dan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi
"Sudah bisa mengidentifikasi problem ekonomi sehingga diharapkan ke depan ada kebijakan yang memberi solusi yang tepat dan mengurai permasalahan ekonomi dengan meningkatkan performa ekonomi," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Senin (21/10/2024).
Pengalaman yang dimiliki oleh para menteri ini diharapkan mampu mempercepat perumusan kebijakan dan implementasi program-program yang efektif. Dengan bekal pengetahuan mendalam mengenai tantangan ekonomi dalam negeri, Esther menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan ekonomi yang bisa langsung menyentuh persoalan-persoalan mendasar, seperti peningkatan investasi, pengelolaan fiskal, dan percepatan industrialisasi.
Namun, Esther juga menyoroti sisi negatif dari pengisian kabinet dengan wajah lama ini. Ada potensi keberlanjutan program-program yang dinilai tidak efektif pada periode pemerintahan sebelumnya. Salah satu contohnya adalah program bantuan sosial (bansos) yang selama ini diterapkan untuk pengentasan kemiskinan.
Esther menekankan bahwa program bansos, meski dapat memberikan solusi jangka pendek, kerap dinilai kurang memberikan dampak signifikan untuk mengentaskan kemiskinan secara struktural. "Ada potensi keberlanjutan program yang tidak solutif seperti program bansos untuk pengentasan kemiskinan," tambahnya.
Dengan banyaknya tantangan ekonomi, seperti pemulihan pasca-pandemi, ketidakpastian global, dan penurunan daya beli masyarakat, INDEF mengingatkan bahwa pemerintahan Prabowo harus lebih inovatif dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang bisa menyentuh akar masalah. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan memperkecil ketimpangan sosial.
Esther berharap para menteri yang terpilih tidak hanya mengulang kebijakan lama yang tidak terlalu berhasil, tetapi juga mampu menghadirkan solusi baru yang lebih konkret dan terarah. "Kita perlu program yang lebih struktural dan berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan serta memperbaiki performa ekonomi nasional," jelasnya.
Dengan komposisi kabinet yang didominasi oleh tokoh-tokoh berpengalaman dari era Jokowi, harapan publik terhadap perbaikan ekonomi di bawah pemerintahan Prabowo cukup besar. Namun, INDEF menekankan pentingnya keseimbangan antara keberlanjutan program yang sudah terbukti efektif dan inovasi kebijakan baru yang dapat mengatasi tantangan-tantangan ekonomi yang ada saat ini.
Kesuksesan kabinet Prabowo di sektor ekonomi akan sangat bergantung pada kemampuan para menteri untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya melanjutkan, tetapi juga mengembangkan solusi yang lebih baik untuk masa depan ekonomi Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









