Pemerintahan Prabowo Perlu Seimbangkan Porsi Pekerja Formal dan Informal
Demi Ermansyah | 22 Oktober 2024, 22:29 WIB

AKURAT.CO Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadapi tantangan dalam mengelola sektor ketenagakerjaan, khususnya dalam menyusun kebijakan yang tepat bagi pekerja informal.
Misalnya, industri transportasi berbasis aplikasi (ride hailing) menjadi salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja yang tidak terserap oleh sektor formal.
Merespon hal tersebut, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini hanya mampu menyerap sekitar 200 ribu tenaga kerja formal untuk setiap 1% pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Ekonom Wanti-wanti Prabowo Soal Gig Worker
"Nah, dengan PDB berkisar 5 persen per tahun, sektor formal hanya mampu menyerap sekitar 1-1,2 juta tenaga kerja, sementara setiap tahun angkatan kerja baru bertambah sekitar 3-4 juta," ucapnya ketika dihubungi Akurat.co, Selasa (22/10/2024).
Ketidakseimbangan antara penyerapan tenaga kerja formal dan pertumbuhan angkatan kerja ini mendorong banyak orang untuk beralih ke pekerjaan informal, seperti pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online.
Lebih lanjut Piter menjelaskan bahwa sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Segara Research Institute menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai pengemudi ojol dan taksi online menjadi pilihan utama bagi lulusan sarjana, dengan 26,53% pengemudi taksi online dan 17,42% pengemudi ojol memiliki gelar S1.
"Tingginya minat terhadap sektor ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penghasilan yang lebih besar dan fleksibilitas waktu kerja dibandingkan pekerjaan informal lainnya," paparnya.
Piter menekankan bahwa kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintahan baru harus mampu melindungi pekerja informal dan menciptakan regulasi yang tepat tanpa merusak ekosistem Gig Worker. "Pemerintah diharapkan fokus pada penyerapan tenaga kerja di sektor formal, tanpa berupaya memformalkan pekerjaan informal secara keseluruhan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









