Inflasi AS Bergeming, The Fed Kian Dovish Soal Pemangkasan Suku Bunga
Demi Ermansyah | 19 Desember 2024, 23:29 WIB

AKURAT.CO Meski Federal Reserve telah memangkas suku bunga acuan hingga tiga kali berturut-turut, inflasi yang masih bertahan di atas target 2% menjadi sorotan utama para pembuat kebijakan. Dalam rapat terakhir pada Rabu (18/12/2024) lalu.
Dimana The Fed memangkas suku bunga ke kisaran 4,25%-4,5%, namun sinyal kehati-hatian terlihat dalam rencana pemangkasan lebih lanjut.
Proyeksi terbaru menunjukkan inflasi pada akhir tahun depan akan mencapai 2,5%, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 2,1%. Sementara itu, hanya sedikit pejabat The Fed yang mendukung pemangkasan lebih agresif di tahun mendatang, atau lebih bersikap dovish.
Baca Juga: The Fed Hati-hati Menuju Tingkat Netral
Sikap hati-hati The Fed tercermin dalam perubahan narasi pernyataan resminya. Jika sebelumnya pernyataan mereka langsung menyebutkan rencana penyesuaian, kali ini mereka menekankan evaluasi terhadap berbagai faktor ekonomi sebelum membuat keputusan.
Pendekatan ini didorong oleh ketidakpastian inflasi yang dipengaruhi oleh biaya perumahan dan dinamika pasar global. Deputi Gubernur The Fed, Michelle Bowman, menekankan bahwa inflasi tetap menjadi perhatian utama karena masih jauh dari target.
Melansir dari Bloomberg, keputusan tersebut pada akhirnya berdampak pada pasar keuangan. Indeks S&P 500 turun, sementara imbal hasil Treasury AS naik, mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter ke depan.
Proyeksi suku bunga The Fed untuk jangka panjang juga meningkat ke level 3% dari 2,9%, menandakan pandangan lebih konservatif terhadap kondisi ekonomi global.
Selain inflasi, kekuatan pasar tenaga kerja AS juga menjadi pertimbangan utama. Meskipun tingkat pengangguran naik sedikit ke 4,2%, pasar tenaga kerja tetap solid dengan pertumbuhan gaji yang stabil.
Namun, beberapa pihak mengingatkan pentingnya mengantisipasi potensi gejolak ekonomi, terutama karena kebijakan perdagangan dan perpajakan dari pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump yang membawa ketidakpastian baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









