Jumlah Investor Asing di China Naik 9,9 Persen di Tengah Penurunan FDI
Hefriday | 18 Januari 2025, 18:34 WIB

AKURAT.CO Jumlah perusahaan baru yang didirikan dengan investasi asing di China pada 2024 mencapai 59.080 perusahaan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy), menurut laporan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) China pada Jumat (17/1/2025) yang dilansir Reuters.
Meski jumlah perusahaan baru meningkat, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang terealisasi di China daratan pada 2024 justru mengalami penurunan signifikan. Nilai FDI aktual tercatat sebesar CNY826,25 miliar atau setara dengan USD114,76 miliar, turun 27,1% secara tahunan.
Berdasarkan sektornya, arus masuk FDI di China sebagian besar mengalir ke sektor jasa dengan total nilai mencapai CNY584,56 miliar. Sektor manufaktur menjadi penerima FDI terbesar kedua dengan total CNY221,21 miliar.
Baca Juga: Diduga Praktik Kerja Paksa di Xianjiang, 37 Perusahaan China Masuk Daftar Larangan Ekspor ke AS
Manufaktur berteknologi tinggi menjadi daya tarik utama dalam sektor ini, dengan investasi sebesar 96,29 miliar yuan, atau menyumbang 11,7% dari total arus masuk FDI pada 2024.
Sejumlah subsektor manufaktur mencatat lonjakan arus masuk FDI yang signifikan. Investasi di sektor manufaktur peralatan dan instrumen medis naik 98,7% secara tahunan. Sektor jasa teknis profesional juga mengalami peningkatan investasi sebesar 40,8%, sementara sektor manufaktur komputer dan peralatan kantor mencatat kenaikan sebesar 21,9%.
Lonjakan investasi di subsektor ini menunjukkan fokus investor asing pada bidang-bidang dengan potensi pertumbuhan tinggi dan relevansi strategis terhadap transformasi ekonomi China.
Dalam hal negara asal investasi, FDI dari Spanyol mencatat kenaikan terbesar pada 2024, melonjak hingga 130,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Singapura juga menunjukkan peningkatan FDI sebesar 10,8%, diikuti oleh Jerman dengan kenaikan sebesar 2,2%.
Lonjakan investasi dari Spanyol menjadi catatan penting, mengingat kontribusinya yang semakin besar dalam arus investasi asing ke China.
Meski terdapat peningkatan jumlah perusahaan baru dan investasi di sektor tertentu, penurunan keseluruhan FDI sebesar 27,1% menandakan adanya tantangan signifikan. Ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan ekonomi global, dan perlambatan ekonomi China menjadi faktor yang memengaruhi arus masuk investasi.
Penurunan ini juga memberikan sinyal bahwa meskipun China tetap menjadi salah satu destinasi investasi utama, persaingan dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan faktor eksternal lainnya perlu diperhatikan.
Penurunan nilai FDI dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi China, terutama dalam sektor-sektor yang mengandalkan investasi asing untuk mendukung pengembangan teknologi dan inovasi. Namun, peningkatan jumlah perusahaan baru menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap potensi pasar China masih tinggi.
Fokus pada sektor teknologi tinggi mencerminkan transformasi ekonomi China menuju industri bernilai tambah tinggi. Upaya ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk menjadikan China sebagai pusat inovasi global.
Kendati nilai FDI menurun, peningkatan investasi di sektor spesifik seperti manufaktur teknologi tinggi dan jasa teknis profesional memberikan optimisme bagi masa depan ekonomi China. Langkah ini diperkirakan dapat memperkuat posisi China di tengah persaingan ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










