Ketika Kebijakan Trump Jadi Sumber Ketidakpastian Baru bagi The Fed

AKURAT.CO Langkah-langkah ekonomi yang diambil oleh Presiden Donald Trump pada akhirnya mampu membawa ketidakpastian bagi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Dimana, pemerintahan Trump kembali mengadopsi kebijakan perdagangan agresif dengan menaikkan tarif terhadap barang-barang dari China, menaikkan bea masuk baja dan aluminium, serta mengancam bea tambahan terhadap Kanada dan Meksiko.
Selain itu, kebijakan imigrasi yang lebih ketat juga berpotensi mempengaruhi ketersediaan tenaga kerja di AS.
Gubernur The Fed, Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan ekonomi Trump bisa menambah tekanan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi langkah The Fed dalam menyesuaikan suku bunga.
"Kami akan tetap fleksibel dalam menentukan kebijakan, tetapi tentu saja kami harus mempertimbangkan berbagai faktor yang bisa berdampak pada ekonomi, termasuk kebijakan perdagangan pemerintah," kata Powell dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/2/2025).
Baca Juga: Sabar Ya Pelaku Pasar, The Fed Tak Mau Buru-buru Pangkas Suku Bunga
Dimana dengan hadirnya kenaikan tarif impor yang diterapkan pemerintahan Trump bisa membuat harga barang naik, yang pada akhirnya bisa meningkatkan tekanan inflasi.
Jika inflasi kembali naik, The Fed mungkin akan menunda pemangkasan suku bunga lebih lama dari yang diharapkan pasar.
Di sisi lain, kebijakan imigrasi yang lebih ketat juga bisa membatasi jumlah tenaga kerja yang tersedia. Jika jumlah pekerja berkurang, pertumbuhan ekonomi bisa melambat, dan ini bisa menjadi pertimbangan bagi The Fed dalam mengambil kebijakan moneter selanjutnya.
Bahkan baru-baru ini beberapa pejabat The Fed sudah mulai memperhitungkan dampak kebijakan ekonomi Trump dalam proyeksi mereka. Namun, sebagian lainnya masih menunggu detail lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
"Kami belum memiliki gambaran penuh tentang bagaimana kebijakan ekonomi pemerintah akan berdampak ke depan, tetapi kami terus mencermatinya," ujar Powell.
Sementara itu, pasar juga masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait arah kebijakan ekonomi AS. Dengan ketidakpastian yang ada, pelaku pasar dan analis memperkirakan bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam menentukan langkah selanjutnya.
Meski demikian, Powell memastikan bahwa The Fed tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi AS. "Kami akan membuat keputusan berdasarkan data yang ada, dengan tetap mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin muncul," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









