Perjanjian Ekonomi dengan Ukraina, Intervensi AS pada Rusia?
Demi Ermansyah | 20 Februari 2025, 19:23 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menjelaskan rencana besar pemerintahan Trump untuk menjalin perjanjian kemitraan ekonomi dengan Ukraina.
Usut punya usut, langkah yang diambil oleh AS merupakan salah satu strategi untuk mempererat hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus memastikan bahwa uang yang sudah dikirim AS ke Ukraina benar-benar memberikan keuntungan bagi rakyat Amerika.
Bessent menegaskan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy akan menandatangani perjanjian tersebut sebagai imbalan atas dukungan AS dalam menghadapi agresi Rusia.
"Tentunya perjanjian ini akan menjadi kartu truf bagi Presiden Donald Trump untuk menekan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam negosiasi ke depan," paparnya dikutip dari Reuters, Kamis (20/2/2025).
Mengacu kepada laporan terbaru, dikutip dari Reuters, pemerintahan Trump meminta Ukraina memberikan akses kepada sumber daya strategis, termasuk mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh industri AS.
Selain itu, Kyiv juga diharapkan membeli ekspor energi dari AS sebagai bentuk timbal balik atas bantuan militer dan ekonomi yang telah diberikan.
Keinginan ini muncul setelah AS menggelontorkan miliaran dolar untuk membantu Ukraina dalam beberapa tahun terakhir. Trump sendiri kerap mengkritik besarnya dana yang telah dikeluarkan untuk Ukraina dan menyerukan agar konflik ini segera diselesaikan.
Keinginan ini muncul setelah AS menggelontorkan miliaran dolar untuk membantu Ukraina dalam beberapa tahun terakhir. Trump sendiri kerap mengkritik besarnya dana yang telah dikeluarkan untuk Ukraina dan menyerukan agar konflik ini segera diselesaikan.
Namun menariknya, di tengah upaya tersdbut, pertemuan antara pejabat tinggi AS dan Rusia baru saja berlangsung awal pekan ini tanpa kehadiran perwakilan Ukraina.
Secara tidak langsung langkah tersebut memunculkan spekulasi bahwa Washington sedang mencari strategi baru untuk menekan Moskow, tanpa melibatkan Kyiv dalam negosiasi langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









