Tarif Baru Trump Ancam Ekonomi AS, The Fed Diminta Segera Bertindak

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mendesak bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk memangkas suku bunga.
Kali ini, tekanan tersebut datang saat pemerintahan Trump berencana menerapkan serangkaian tarif baru pada 2 April mendatang.
Dikutip dari laman Reuters, dalam rapat Kabinet, Trump menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga akan membantu menstabilkan perekonomian AS di tengah kebijakan tarif yang sudah disiapkan.
"Secara umum, harga-harga turun, energi turun, dan saya berharap The Fed segera menurunkan suku bunga. Jika itu terjadi, kita akan melihat suku bunga yang lebih rendah dan ekonomi yang lebih kuat," ujar Trump.
Baca Juga: Trump Siapkan Tarif Balasan ke India
Seperti yang diketahui, pemerintahan Trump tengah bersiap mengumumkan tarif impor baru yang akan mencakup berbagai negara dan sektor. Tentunya langkah tersebut dinilai dapat berdampak pada harga barang, daya beli masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi.
Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam pertemuan kebijakan pekan lalu, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil.
Namun, dirinya menegaskan bahwa arah kebijakan The Fed ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi, termasuk dampak tarif baru yang direncanakan Trump.
Analis ekonomi memperingatkan bahwa kombinasi tarif tinggi dan suku bunga yang tetap tinggi bisa menekan laju pertumbuhan ekonomi AS.
Apabila tarif baru benar-benar diterapkan, harga barang impor bisa naik, inflasi berpotensi meningkat, dan konsumsi masyarakat bisa melemah.
"Trump ingin suku bunga turun karena dia tahu kebijakan tarifnya sendiri bisa memperlambat ekonomi. Dia berharap The Fed bisa memberikan stimulus dengan memangkas suku bunga," kata ekonom dari Peterson Institute for International Economics, Mark Sobel.
Baca Juga: Bos BI: Investor Mulai Beralih ke Obligasi dan Emas Imbas Kebijakan Trump
Sejak awal masa kepresidenannya, Trump memang kerap mengkritik The Fed karena dianggap terlalu lambat dalam menyesuaikan kebijakan moneter. Ia berulang kali meminta bank sentral untuk menurunkan suku bunga agar ekonomi tetap tumbuh pesat.
Namun, The Fed sebagai lembaga independen tidak selalu sejalan dengan kebijakan Gedung Putih. Powell dan pejabat The Fed lainnya kerap menegaskan bahwa keputusan mereka didasarkan pada data ekonomi, bukan tekanan politik.
Pasar keuangan sendiri masih menunggu langkah The Fed selanjutnya. Investor berharap ada sinyal pemangkasan suku bunga di beberapa bulan mendatang, terutama jika tarif baru benar-benar berdampak negatif pada perekonomian AS.
Sementara itu, Trump tetap optimistis bahwa kombinasi kebijakan tarif dan suku bunga rendah akan membantu AS tetap kompetitif di pasar global.
"Kita akan melihat bagaimana respons The Fed. Tapi yang jelas, kebijakan ekonomi saya dirancang untuk membuat Amerika lebih kuat," ujar Trump.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







