Tarif Trump Guncang Pasar, Ekonomi AS Diprediksi Melambat 1,4% di 2025

AKURAT.CO Kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang diterapkan pada awal April 2025 menyebabkan keguncangan besar di pasar global dan mendorong proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.
Dikutip dari hasil survei Bloomberg, ekonomi AS diperkirakan hanya tumbuh 1,4% pada 2025, turun dari prediksi sebelumnya sebesar 2%.
Efek langsung dari penerapan tarif tersebut memperburuk sentimen konsumen dan dunia usaha. Bahkan, peluang terjadinya resesi dalam 12 bulan ke depan naik menjadi 45%, dibandingkan 30% pada Maret lalu.
Kebijakan tarif merupakan bagian dari strategi Trump untuk menghidupkan kembali industri manufaktur dalam negeri, namun justru memicu ketidakpastian di pasar global.
Baca Juga: Efek Domino Tarif Trump, Inflasi Melejit, Ekspor-AS Diprediksi Anjlok Hingga 2026
Upaya Trump untuk memperbaiki keadaan dilakukan melalui penundaan penerapan tarif selama 90 hari sambil membuka negosiasi perdagangan bilateral.
Dalam jajak pendapat terbaru CNN dan NBC News, hanya 39% warga Amerika yang menyetujui pengelolaan ekonomi Trump. Rendahnya tingkat persetujuan ini menjadi sinyal bahaya, baik bagi masa depan kepemimpinannya maupun posisi Partai Republik dalam menghadapi Pemilu Paruh Waktu 2026.
Ahli Strategi Partai Republik, Chris Wilson menilai bahwa resesi ekonomi hampir pasti akan mengakibatkan kerugian besar bagi partai tersebut. Jika Partai Demokrat berhasil merebut kembali mayoritas Kongres, Trump diperkirakan akan menghadapi lebih banyak hambatan politik pada sisa masa jabatannya.
Meskipun isu imigrasi tetap menjadi kekuatan utama Trump di mata pemilih, tekanan untuk memperbaiki kondisi ekonomi semakin mendesak.
Baca Juga: AS Waspada! China Siap Lawan Tarif Trump
Diketahui sebelumnya, Trump dijadwalkan mengadakan rapat umum di Michigan dan memberikan pidato di Universitas Alabama dalam upaya membangun kembali dukungan politik di tengah badai ketidakpuasan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








