Perkuat Industri Pengolahan Susu di Indonesia, Kadin Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Asosiasi Industri AS

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, melakukan pertemuan strategis dengan dua asosiasi industri susu terbesar di Amerika Serikat, yaitu The U.S. Dairy Export Council (USDEC) dan National Milk Producers Federation (NMPF). Pertemuan yang berlangsung di Washington, D.C. ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan industri pengolahan susu di Indonesia.
Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/5/2025), Anindya, yang akrab disapa Anin, menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya ingin meningkatkan impor produk susu, namun juga mendorong hadirnya investasi langsung dalam bentuk pendirian industri susu di dalam negeri.
"Intinya, kedua asosiasi ini adalah calon mitra Indonesia untuk memperbanyak bukan saja impor susu ke Indonesia, tapi nantinya membuat suatu industri susu di Indonesia," ungkap Anin.
Langkah ini dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan konsumsi protein dan makanan bergizi di tengah masyarakat. Anin menekankan pentingnya pendekatan jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Bos Kadin Soroti Peluang Investasi Hijau di Forum Internasional
"Dari sisi pemerintah, makanan bergizi ini adalah suatu program utama yang bukan hanya buat masa kini, tapi masa depan," ujarnya.
Tak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, kerja sama ini juga membuka peluang besar dari sisi ekonomi. Kadin Indonesia menilai inisiatif ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memberdayakan pelaku usaha, khususnya peternak lokal dan pelaku UMKM di sektor pangan.
"Kadin mendukung karena bisa menciptakan tenaga kerja dan juga pengusaha-pengusaha baru, bukan saja di Jawa, tapi di seluruh negeri," kata Anin.
Ia menambahkan bahwa keberadaan industri susu yang terintegrasi akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, terutama di luar Pulau Jawa, sehingga mendorong pemerataan pembangunan.
Lebih jauh, Anin juga menyampaikan optimismenya terhadap peningkatan hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui kerja sama strategis di sektor pangan ini. Ia memperkirakan nilai perdagangan bilateral dapat meningkat dua kali lipat dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
"Kadin percaya dalam waktu 2-3 tahun jumlah perdagangan antara kedua negara bisa dua kali lipat, yang artinya manfaat buat pekerja kita, buat pengusaha kita, dan lain-lain bisa dua kali lipat juga," tegasnya.
Baca Juga: Kadin Bakal Perkuat Diplomasi Perdagangan Untuk Hadapi Tarif Trump
Pertemuan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Kadin ke Amerika Serikat dalam rangka memperluas jejaring dan kemitraan internasional, khususnya dalam modernisasi sektor pertanian dan peternakan nasional.
Sebagai penutup, Anin menegaskan bahwa Kadin mendorong agar kerja sama ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumsi produk susu, tetapi juga pengembangan industri pengolahan produk turunan seperti keju, yoghurt, dan susu formula bernilai tambah tinggi.
"Kami ingin agar kerja sama ini tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan protein dari dairy, tapi juga untuk industrialisasi produk dairy yang kita butuhkan," tutup Anin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










