Trump Gugat Putusan Tarif, Stabilitas Diplomasi Perdagangan Jadi Taruhan

AKURAT.CO Pemerintahan Donald Trump akan meminta Mahkamah Agung Amerika Serikat turun tangan setelah pengadilan perdagangan memutuskan bahwa sebagian besar tarif yang diberlakukan oleh presiden dianggap ilegal.
Departemen Kehakiman menyebut putusan tersebut membahayakan posisi diplomatik AS di tengah hubungan dagang yang sensitif.
Dalam dokumen resmi yang diajukan dikutip dari laman reuters, pemerintah menyatakan akan mengajukan penangguhan putusan kepada Mahkamah Agung paling lambat pekan depan, apabila pengadilan banding tak segera menangguhkan perintah tersebut.
Pemerintah menegaskan, langkah tersebut penting untuk mempertahankan kewenangan presiden dalam urusan luar negeri.
“Tanpa setidaknya penangguhan sementara dari pengadilan ini, Amerika Serikat berencana untuk meminta penangguhan darurat dari Mahkamah Agung besok,” tulis dokumen Departemen Kehakiman.
Baca Juga: Tarif Trump Dibatalkan, Pasar Global Bernapas Lega, Sampai Kapan?
Diketahui, putusan tersebut muncul dari dua gugatan yang diajukan sekelompok usaha kecil dan sejumlah negara bagian yang dipimpin oleh Partai Demokrat.
Panel tiga hakim menyatakan bahwa tarif-tarif global yang diberlakukan oleh Trump melebihi kewenangan yang diberikan melalui Undang-Undang Darurat Nasional tahun 1977.
Meski demikian, pemerintahan Trump tetap berpegang pada preseden sebelumnya di mana mantan Presiden, Richard Nixon pernah memberlakukan tarif dalam kondisi darurat serupa, dan hal itu diterima oleh pengadilan.
Putusan ini mengancam pemberlakuan tarif sebesar 10% yang dikenakan secara global, termasuk tarif “timbal balik” yang lebih tinggi terhadap negara-negara seperti China, Meksiko, dan Kanada.
Baca Juga: Tarif Trump Dibatalkan, Pengadilan AS Batasi Kewenangan Presiden atas Hukum Darurat
Namun, tarif terhadap baja, aluminium, dan kendaraan tidak terdampak karena didasarkan pada undang-undang lain.
Sementara itu, sejumlah pejabat Gedung Putih berusaha meredam dampaknya dengan menyebut bahwa presiden masih memiliki jalur hukum lain untuk memberlakukan kebijakan tarif.
Namun, para analis memperingatkan bahwa pembatalan tarif-tarif tersebut dapat mengacaukan strategi dagang AS, khususnya dalam menghadapi dominasi ekonomi China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









