Ekspor China ke AS Anjlok, Beijing Genjot Pasar Alternatif Hadapi Ketidakpastian Global

AKURAT.CO Penurunan tajam ekspor China ke Amerika Serikat pada Mei 2025 menjadi sinyal baru memburuknya hubungan perdagangan kedua negara.
Meski Beijing berhasil mempertahankan pertumbuhan ekspor secara keseluruhan, ancaman tarif lanjutan dari Washington mendorong China memperluas pangsa pasarnya ke negara-negara lain.
Dikutip dari laman bloomberg, Nilai ekspor China naik 4,8% secara tahunan menjadi USD316 miliar pada Mei 2025. Namun, pertumbuhan ini lebih lambat dari prediksi analis yang memperkirakan angka 6%, berdasarkan survei ekonom.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh merosotnya pengiriman ke Amerika Serikat sebesar 34,4%, penurunan terbesar sejak Februari 2020.
Baca Juga: Rupiah Nanjak 73 Poin ke Rp16.253 di Tengah Eskalasi Perang Dagang AS-China
Ekspor ke negara-negara lain justru naik 11%, mencerminkan strategi diversifikasi pasar yang kini tengah ditempuh Beijing.
Langkah tersebut dianggap krusial mengingat ketergantungan yang selama ini tinggi terhadap pasar AS, yang kini kian tidak pasti akibat ancaman tarif tambahan dari pemerintahan Donald Trump.
Pemerintah AS telah menyatakan rencana untuk menaikkan tarif atas berbagai produk impor, termasuk dari China, mulai Agustus mendatang.
Langkah tersebut diperkirakan dapat memangkas permintaan, baik untuk produk akhir maupun komponen industri yang biasa digunakan negara lain dalam rantai pasok global.
Baca Juga: Bitcoin Terjun ke USD103 Ribuan di Tengah Memanaskan Perang Dagang AS-China
Meskipun gencatan senjata tarif sementara tercapai pada 12 Mei lalu, perusahaan-perusahaan tampaknya masih bersikap hati-hati.
Beberapa bahkan menunda pemesanan sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian regulasi.
Seperti yang diketahui, surplus perdagangan China yang tercatat sebesar USD103 miliar pada Mei turut menopang perekonomian di tengah lemahnya permintaan domestik.
Namun, sejumlah ekonom memperingatkan bahwa jika tekanan tarif semakin meningkat, maka ekspor sebagai salah satu pilar pertumbuhan dapat mengalami hambatan serius pada paruh kedua tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








