BIS Peringatkan Risiko Inflasi AS Meningkat Akibat Kebijakan Trump

AKURAT.CO Bank for International Settlements (BIS) memperingatkan bahwa risiko inflasi di Amerika Serikat (AS) berpotensi meningkat, didorong oleh ketidakpastian global yang timbul akibat kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.
Laporan tahunan BIS yang dirilis Minggu (29/6/2025) menyebutkan, kebijakan tarif impor dan proteksionisme Trump memicu ketegangan pasar dan mengganggu konvergensi inflasi menuju target ideal sebesar 2%.
Dikutip dari laman bloomberg, General Manager BIS, Agustín Carstens, mengungkapkan bahwa dunia seharusnya berada di jalur pendaratan lunak (soft landing) pascapandemi. Namun, sayangnya kebijakan perdagangan agresif dari Gedung Putih justru memperburuk kondisi ekonomi global.
Baca Juga: Bitcoin Turun Tipis Imbas Ancaman Tarif Trump ke Kanada
“Kita seharusnya menuju soft landing, tetapi kemudian datang periode volatilitas besar dengan ancaman tarif,” ujar Carstens.
BIS mencatat bahwa tekanan inflasi tidak hanya terjadi di AS, melainkan juga di berbagai negara maju. Fenomena ini diperburuk oleh gangguan pasokan, kekurangan tenaga kerja, dan tingginya ekspektasi biaya hidup.
Dalam konteks tersebut, bank sentral terutama The Federal Reserve (The Fed) berada di posisi sulit untuk menavigasi antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.
“Bank sentral menghadapi dilema ketika inflasi meningkat di tengah perlambatan ekonomi. Ini skenario yang paling rumit,” ujar Carstens.
Baca Juga: Ketidakpastian Tarif Trump Hambat The Fed Tentukan Arah Suku Bunga
BIS juga menyoroti potensi krisis di pasar obligasi jika beban utang negara terus meningkat. Tekanan terhadap keberlanjutan fiskal bisa mengguncang ekspektasi inflasi dan memperparah volatilitas keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








