Akurat Logo

Dokumenter Terbaru Ungkap Dampak Perceraian Pep Guardiola ke Manchester City

Hervin Saputra | 18 Agustus 2026, 19:24 WIB
Dokumenter Terbaru Ungkap Dampak Perceraian Pep Guardiola ke Manchester City
Eks Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, dan mantan istrinya, Cristina Serra, ketika menghadiri FIFA Football Awards 2023 di London, Inggris, 15 Januari 2024. X/ActuFoot.

AKURAT.CO, Serial dokumenter terbaru tentang eks Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengungkap sejumlah fakta personal. Di antaranya adalah perceraian Guardiola yang berdampak pada perilakunya di tim.

Disutradarai oleh sineas asal Skotlandia, Kevin Macdonald, film dokumenter tersebut menyebut bahwa Pep Guardiola berada dalam kondisi kejiwaan yang kurang stabil di sela perceraiannya.

Salah satunya adalah ketika Pep Guardiola tampak memiliki goresan di kening dan hidungnya pasca laga imbang Manchester City kontra Feyenoord di Liga Champions pada November 2024.

“Mereka (pemain City) cemas karena Pep gelisah. Dia sedih. Dia berbeda. Dan hanya saya yang tahu alasannya," kata salah satu anggota terlama tim teknis Pep Guardiola di Man City, Manel Estiarte, sebagaimana dipetik dari BBC.

“Dan saya bilang pada tim, ‘tolong, kalian harus paham, kalian tidak hanya bermain dengan seorang pelatih yang bisa sedikit impulsif, yang bisa sedikit intens, yang bisa pasang surut. Kalian melihat manusia biasa. Dia bercerai’.”

Guardiola sendiri mengungkapkan perceraiannya kepada para pemainnya untuk memberikan pengandaian kala City dikalahkan Juventus di Liga Champions pada Desember 2024.

https://akurat.co/bola/876430/pep-guardiola-tolak-tawaran-melatih-timnas-italia

Kepada skuadnya, eks Pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu mengatakan bahwa perceraian terjadi karena ia dan istrinya kehilangan gairah. Guardiola merujuk soal “gairah” tersebut dengan permainan timnya yang kalah melawan Juventus.

“Teman, saya ingin mengakui sesuatu. Saya bercerai dengan perempuan tercantik di planet kalian, istri saya, mantan istri saya. Saya sangat mencintainya, kami kehilangan gairah. Karena banyak alasan, kami kehilangan gairah,” ungkap Guardiola.

“Saya mencintainya? Ya, jelas. Dia mencintai saya? Ya. Tetapi kami kehilangan gairah.

"Bagaimana kalian bermain sepakbola? Karena kalian bermain dengan sesuatu dari dalam. Di mana gairah itu? Dalam hidupmu, apapun yang kalian lakukan, lakukan dengan gairah. Saya tidak ingin pemain yang bagus, saya ingin pemain dengan gairah.”

Guardiola akhirnya memutuskan hengkang dari City pada akhir musim lalu setelah memimpin klub tersebut selama sepuluh musim. Ia meninggalkan total 20 gelar dengan puncaknya adalah treble di musim 2022-2023.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.