Inflasi Stabil di Juni 2025, BI Optimistis Ekonomi Makin Tangguh Hadapi Global Shock

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi nasional yang terjaga di level 1,87% secara tahunan (yoy) pada Juni 2025 menjadi modal penting bagi ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
Inflasi yang stabil mencerminkan efektivitas bauran kebijakan antara moneter dan fiskal dalam menghadapi tekanan eksternal.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa konsistensi arah kebijakan serta sinergi dengan pemerintah daerah melalui TPIP dan TPID menjadi kunci utama dalam menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5% ±1%.
"Ini menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi kita cukup kuat untuk menghadapi tekanan global, termasuk ketidakpastian dari pasar komoditas dan tren suku bunga negara maju,” ujar Ramdan, Rabu (2/7/2025).
Baca Juga: BI Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas di Tengah Dinamika Modal Asing
Inflasi inti, indikator yang mencerminkan kestabilan permintaan domestik, tercatat sebesar 2,37%(yoy), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 2,40%. Hal ini menunjukkan ekspektasi inflasi masyarakat masih terkendali dan permintaan tidak mengalami lonjakan yang membahayakan kestabilan harga.
Sementara itu, kelompok administered prices yang mencakup harga-harga yang diatur pemerintah seperti tarif angkutan udara dan bahan bakar, mengalami inflasi sebesar 0,09% (mtm). Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di musim libur sekolah serta penyesuaian harga eceran LPG dan cukai rokok.
Meskipun kelompok volatile food mencatat kenaikan akibat faktor musiman, inflasi keseluruhan tetap rendah. BI memperkirakan tekanan ini bersifat sementara dan akan menurun seiring masuknya masa panen baru.
Kinerja inflasi yang terkendali memberikan ruang manuver lebih besar bagi BI untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Apalagi, tekanan nilai tukar dan arus modal global diperkirakan masih akan berlanjut di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi China.
Baca Juga: BI Dorong Industri Aktif Edukasi Penggunaan Aman QRIS
"Inflasi yang rendah menjadi pondasi untuk menjaga daya beli dan mengurangi beban sektor rumah tangga. Ini penting bagi keberlanjutan konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan,” ucap Ramdan.
Dengan ekspektasi inflasi yang tetap stabil, BI meyakini momentum pemulihan ekonomi akan terus terjaga hingga akhir 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









