Akurat
Pemprov Sumsel

Trump Kirim Surat Tarif Impor, Dunia Hadapi Guncangan Perdagangan Baru

Demi Ermansyah | 5 Juli 2025, 08:10 WIB
Trump Kirim Surat Tarif Impor, Dunia Hadapi Guncangan Perdagangan Baru

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengguncang sistem perdagangan global dengan kebijakan tarif sepihak terhadap sejumlah mitra dagangnya.

Dalam pernyataan terbaru, Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya mulai mengirimkan surat resmi kepada mitra dagang pada Jumat (4/7/2025), yang menetapkan besaran tarif impor baru mulai berlaku 1 Agustus.

“Negara-negara akan mulai membayar pada 1 Agustus. Uang akan mulai masuk ke AS pada 1 Agustus,” tegas Trump mengutip dari laman reuters.

Langkah sepihak tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk baru proteksionisme ekonomi yang berpotensi memicu guncangan dalam sistem perdagangan internasional.

Baca Juga: China Peringatkan Negara Berkembang Jangan Jadi Korban Tarif AS

Trump menyebut sekitar 10 hingga 12 negara akan menerima surat tersebut pada tahap awal, sementara sisanya akan menyusul beberapa hari kemudian. 

Tidak sampai disitu saja, Trump juga menetapkan batas waktu hingga 9 Juli untuk menyelesaikan negosiasi, sebelum tarif diberlakukan secara luas.

Tarif impor yang diumumkan bervariasi, mulai dari 10% hingga 70%, angka yang melampaui batas tarif 10%-50% yang sempat diumumkan dalam kebijakan “Liberation Day” pada April lalu.

Merespon hal tersebut, pasar global mulai bereaksi, meski pengumuman kesepakatan dengan Vietnam disambut positif oleh investor karena memberi kejelasan terhadap aturan ekspor kekhawatiran tetap muncul, terutama karena detail kebijakan tersebut belum dipublikasikan secara resmi.

Baca Juga: Tarif AS Ganggu Daya Saing Ekspor Jepang, Industri Manufaktur Semakin Tertekan

Kebijakan tarif tinggi semacam ini berisiko meningkatkan inflasi di negara-negara mitra dagang, serta menimbulkan kekacauan dalam rantai pasok global.

Bahkan konsumen AS diprediksi tetap menjadi pihak yang menanggung beban biaya tertinggi, mengingat tarif biasanya dibayarkan oleh importir yang kemudian membebankan harga kepada konsumen.

Sejumlah mitra utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa masih berjuang untuk mencapai kesepakatan. Trump, dalam komentarnya, menyebut Jepang sebagai “negosiator yang sulit” dan menegaskan bahwa tarif untuk negara tersebut bisa mencapai 35%.

Kritik serupa juga diarahkan ke Uni Eropa. Hal ini menandakan meningkatnya tensi perdagangan lintas kawasan, yang berisiko memperbesar fragmentasi ekonomi global.

Kebijakan terbaru tersebut sontak mengundang kritik dari berbagai analis perdagangan yang menilai pendekatan sepihak Trump sebagai ancaman serius terhadap sistem perdagangan multilateral.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pun kemungkinan akan kembali menjadi medan sengketa dagang, seperti yang terjadi selama masa jabatan Trump sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.