China dan ASEAN Usulkan Kerja Sama Ekonomi Baru Tanggapi Tarif Trump

AKURAT.CO China dan negara-negara Asia Tenggara menyerukan pentingnya membangun arsitektur ekonomi regional baru sebagai respons terhadap ancaman tarif tinggi dari Amerika Serikat.
Dalam forum China–ASEAN yang digelar di Malaysia, Kamis (10/7/2025), Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menekankan urgensi kerja sama yang lebih erat untuk mempertahankan pertumbuhan kawasan.
Wang menegaskan bahwa dunia sedang menyaksikan kebangkitan negara-negara berkembang yang kini memegang peran penting dalam pertumbuhan global.
Dirinya menyebut kawasan Asia harus mengambil momentum ini untuk mendorong revitalisasi regional dan tidak membiarkan proteksionisme menghambat kemajuan ekonomi.
Baca Juga: Banggar DPR Desak Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan Tarif Trump 32 Persen
“Kita harus memperkuat kerja sama dan menjunjung keterbukaan, bukan mundur ke arah kebijakan unilateral yang merusak tatanan global,” ucap Wang diutip dari laman reuters.
Langkah AS yang dipimpin Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif baru terhadap barang dari Malaysia, Indonesia, dan negara ASEAN lainnya dinilai sebagai ancaman terhadap prinsip perdagangan bebas yang selama ini dijunjung tinggi.
Tarif terhadap Laos dan Myanmar bahkan mencapai 40%, sebuah lonjakan signifikan yang memicu kekhawatiran pelaku usaha.
Dalam konteks tersebut, China mendorong penguatan mekanisme regional seperti RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) dan inisiatif Belt and Road sebagai platform alternatif untuk kerja sama perdagangan yang lebih stabil dan saling menguntungkan.
Baca Juga: Tarif Trump Mengguncang BRICS, Tekanan Politik dalam Balutan Perdagangan
Sementara itu, kehadiran Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam forum yang sama dinilai sebagai sinyal bahwa Washington tetap berusaha menjaga pengaruhnya di Asia, meski dengan pendekatan keras.
Potensi pertemuan antara Rubio dan Wang masih belum pasti, namun jika terjadi, pertemuan itu dapat membuka ruang negosiasi menjelang rencana Trump untuk bertemu Xi Jinping pada akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk









