Jika Serapan Masih Rendah, Menkeu Alihkan Anggaran MBG dari BGN ke Bantuan Beras

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa siap mengalihkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) ke bansos beras jika serapannya masih rendah.
Upaya ini merupakan bagian dari "patroli anggaran" yang dilakukannya guna memaksimalkan peranan belanja pemerintah untuk menggerakkan perekonomian.
"Saya akan alihkan ke tempat lain yang lebih siap atau ke masyarakat, seperti perluasan bantuan yang 2 kali 10 kilogram beras," ujarnya di Jakarta, akhir pekan.
Saat ini pemeirntah telah memperpanjang program bantuan pangan beras untuk 2 bulan ke depan, Oktober-November 2025. "Kan bisa diperpanjang ke situ kalau memang enggak bisa diserap," ucapnya lagi.
Langkah ini, lanjut Purbaya, merupakan bentuk dukungan untuk mengakselerasi anggaran di BGN.
"Bukan negur, kita membantu. Kita bantu secepatnya, tapi kalau enggak bisa juga, kita ambil duitnya. Kan gitu fair, kan. Daripada nganggur duitnya, kan saya bayar bunga juga. Tapi kalau memang bisa diserap, kan bagus. Jadi saya enggak negur, tapi saya mendukung. Tapi kalau enggak jalan, saya ambil duitnya," tukas Purbaya.
Berdasarkan pantauannya, tingkat serapan anggaran MBG di BGN tergolong lambat. Ia akan terus memonitor hingga akhir Oktober mendatang.
"Kita antisipasi penyerapan hanya akan sekian ya kita ambil juga kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang jadi pada dasarnya tidak ada uang nganggur di departemen ataupun di kementerian," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), realisasi anggaran MBG hingga 8 September 2025 mencapai 15,7 triliun. Diharapkan pada November ada kenaikan hingga mencapai Rp20 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








