Bos BI: Penggunaan Cadangan Devisa Sudah Dihitung Matang-Matang

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan bahwa penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir merupakan kebijakan yang dirancang secara terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Menurutnya, cadangan devisa yang selama ini dihimpun pada periode ekonomi global yang kondusif kini dimanfaatkan untuk meredam gejolak pasar keuangan.
Perry mengibaratkan strategi tersebut sebagai prinsip kehati-hatian yang digambarkan dalam Surat Yusuf ayat 46–49, yakni mengumpulkan hasil pada masa panen untuk digunakan ketika periode sulit datang.
Baca Juga: Rupiah Digital Jadi Tonggak Baru Ekonomi, Upbit Indonesia Sambut Positif Inisiatif BI
“Itulah mengapa kami mengumpulkan cadangan devisa pada saat panen,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPD RI, di Jakarta Selasa (18/11/2025).
Dirinya menjelaskan Indonesia sempat memiliki cadangan devisa hingga mencapai USD150 miliar. Namun, seiring meningkatnya tekanan pada nilai tukar, sebagian cadangan devisa tersebut digunakan BI untuk intervensi stabilisasi, sehingga turun ke kisaran USD149 miliar.
Perry menilai pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini relatif lebih terkendali dibandingkan banyak negara lain. BI, kata dia, melakukan intervensi agresif di pasar valas melalui transaksi spot, instrumen forward, hingga intervensi di pusat-pusat keuangan global.
“Kami mati-matian intervensi,” tegasnya.
Upaya stabilisasi tersebut dilakukan BI di tengah kondisi pasar keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian akibat kebijakan moneter negara maju dan dinamika geopolitik.
Meski dalam tren menurun, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2025 justru mencatat kenaikan. BI melaporkan cadangan devisa pada periode tersebut berada di USD149,9 miliar, meningkat USD1,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: KPK Periksa Tenaga Ahli Heri Gunawan, Dokter hingga Mahasiswa dalam Pengusutan Kasus CSR BI
Menurut BI, kenaikan tersebut dipengaruhi penerbitan obligasi global pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.
“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa,” bunyi keterangan resmi BI.
Selama Oktober, pemerintah menerbitkan beberapa instrumen obligasi dalam mata uang asing. Pada 23 Oktober, pemerintah meluncurkan dimsum bond senilai CNY6 miliar, penerbitan obligasi berdenominasi yuan pertama yang dilakukan Indonesia.
Selain itu, pada 10 Oktober, pemerintah menerbitkan surat utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat dan euro. Pada awal bulan yang sama, pemerintah juga menerbitkan obligasi dolar AS sebesar USD2,54 miliar.
Dengan posisi mencapai USD149,9 miliar, cadangan devisa Indonesia setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran 3 bulan impor.
BI menegaskan akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar melalui kombinasi kebijakan moneter, intervensi terukur, serta koordinasi dengan pemerintah untuk menghadapi ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









