Kemnaker Buka Magang Nasional Batch 3, Bidik 100 Ribu Peserta
Hefriday | 26 November 2025, 16:13 WIB

AKURAT.CO Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan pemenuhan total 100.000 peserta Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan Batch 3, yang dijadwalkan segera dibuka setelah selesainya proses seleksi Batch 2.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh kuota yang telah disiapkan pada tahun 2025 dapat terserap secara optimal.
Menteri Ketenagakerjaan (Kemnaker), Yassierli, mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran penuh untuk penyelenggaraan Magang Nasional selama satu tahun. Dana tersebut mencakup pembiayaan peserta dari Batch 1 hingga Batch 3.
“Anggarannya sudah disiapkan untuk 100 ribu peserta. Hasil Batch 2 ini baru sekitar 62 ribu, sehingga masih ada kuota yang kosong dan kita lanjutkan ke Batch ke-3,” ujar Yassierli di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi Magang Nasional 2025 Batch 2: Jadwal, Link Resmi, dan Cara Mengeceknya
Pembukaan pendaftaran Magang Nasional Batch 3 akan dilakukan melalui platform MagangHub. Pemerintah menargetkan periode pendaftaran dimulai pada 15 Desember 2025, bersamaan dengan dibukanya kesempatan bagi perusahaan dan instansi pemerintah untuk mengajukan kebutuhan posisi magang.
“Batch ke-3 kita harapkan bisa mulai (dibuka) tanggal 15 Desember 2025. Kita sudah mulai tahapan perusahaan untuk mengusulkan lowongan di tempat institusinya masing-masing,” tuturnya.
Hingga penyelenggaraan Batch 2, tercatat hampir 80 ribu lulusan perguruan tinggi telah mengikuti program tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 15 ribu peserta pada Batch 1 dan sekitar 62 ribu peserta pada Batch 2.
Selama menjalani pemagangan, peserta menerima uang saku setara upah minimum selama enam bulan masa program.
Antusiasme mitra penyelenggara juga terus meningkat. Yassierli mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 4.669 perusahaan serta 47 kementerian dan lembaga pemerintah telah bergabung dalam program tersebut.
Lebih dari 2.500 unit kerja menjadi lokasi pelaksanaan pemagangan di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami mengajak perusahaan yang belum ikut, termasuk yang lowongannya belum terpenuhi pada Batch 2, untuk kembali membuka kesempatan pada Batch 3,” ucapnya.
Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu kebijakan prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dirancang untuk menjembatani lulusan baru perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia usaha dan industri, serta memperkuat kesiapan tenaga kerja muda Indonesia dalam memasuki pasar kerja.
Yassierli menegaskan bahwa distribusi peserta tidak hanya akan dipusatkan di kota-kota besar, melainkan didorong merata ke seluruh daerah. Pemerintah ingin memastikan pemanfaatan potensi ekonomi wilayah yang membutuhkan tenaga terampil namun masih minim peminat.
“Kami mendorong para pencari magang mempertimbangkan peluang di daerah yang memiliki kebutuhan SDM tinggi tetapi peminat masih rendah,” kata Menaker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









