IMF: Ketidakpastian Tarif AS Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi Global

AKURAT.CO Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang berisiko mengganggu pertumbuhan ekonomi domestik dan global.
Dalam laporan yang dirilis Rabu waktu setempat, IMF menilai bahwa ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan dapat menjadi hambatan yang lebih besar dari perkiraan terhadap aktivitas ekonomi.
Mengutip dari laman reuters, usut punya usut kebijakan tersebut muncul pasca pemerintah AS menetapkan tarif impor baru sebesar 10% mulai Selasa, dan Presiden Donald Trump berencana menaikkan tarif menjadi 15%.
Baca Juga: IMF Usulkan Pajak Naik, Menkeu Purbaya: Jangan Bikin Rakyat Makin Tertekan!
IMF juga mencatat posisi investasi bersih AS yang menurun dan defisit anggaran yang tinggi, dengan rasio utang publik terhadap PDB yang meningkat sebagai faktor risiko bagi stabilitas ekonomi global.
Disebutkan pada tahun lalu, tarif AS mencapai level tertinggi dalam hampir satu abad, dengan tujuan mendorong investasi domestik.
Hingga pada akhirnya, Mahkamah Agung AS membatalkan sejumlah kebijakan tarif, memaksa pemerintah mencari wewenang alternatif untuk mengenakan pajak impor.
Sejarah menunjukkan, ketidakpastian perdagangan AS sering berdampak pada aliran modal global dan harga komoditas.
Baca Juga: Akui Ketangguhan RI, IMF Taksir Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,1 Persen
Misalnya, pada 2018–2019, eskalasi perang dagang AS-China memicu volatilitas pasar saham dan nilai tukar di negara berkembang.
Kebijakan tarif dan ketidakpastian hukum di AS berpotensi memicu pergeseran arus modal, memperlebar spread obligasi, serta menekan harga saham di emerging market.
Sehingga membuat investor global cenderung mengalihkan portofolio ke aset aman seperti Treasury AS dan dolar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






