Akurat
Pemprov Sumsel

Soroti Pembelian Boeing, Rieke Desak Pemerintah Renegosiasi Tarif Trump

Camelia Rosa | 24 Juli 2025, 20:50 WIB
Soroti Pembelian Boeing, Rieke Desak Pemerintah Renegosiasi Tarif Trump

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka, desak pemerintah untuk negosiasikan kembali besaran angka tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

Rieke berharap, akan adanya renegosiasi terkait empat syarat yang diberikan AS untuk relaksasi tarif ekspor dari 32% ke 19%.

"Saya kira terkait tarif ini masih bisa terjadi renegosiasi. Harus bisa dikomunikasikan, disinergikan dari empat kesepakatan tadi bagaimana ada negosiasi," jelas Rieke dalam rapat kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN dan RDP dengan Kepala Badan Pelaksana Danantara, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/07/2025)

Baca Juga: Komisi VI Minta Danantara Kelola Dividen Secara Transparan dan Akuntabel

Sebelumnya dalam rangka relaksasi tarif resiprokal Amerika Serikat ke Indonesia, pemerintah Amerika Serikat memberikan empat syarat terhadap Indonesia. Syarat tersebut yaitu berkomitmen untuk membeli energinAS senilai USD15 miliar, produk pertanian Amerika senilai USD4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing Jet, banyak di antaranya adalah 777.

Rieke menganggap empat syarat tersebut dalam beberapa poin, misalnya terkait syarat pembelian pesawat boeing, masih perlu dikaji ulang. Dirinya memaparkan bagaimana kondisi di lapangan terkait pesawat Boeing yang pada kenyataannya banyak bermasalah.

"Padahal kita tahu kemarin dalam diskusi kita bahwa pembelian (pesawat) boeing dan bombardir oleh BUMN Garuda menyebabkan masalah keuangan yang sampai sekarang dampaknya. Membeli 737 max itu kan di-grounded ya dan 787 dreamliner itu juga bermasalah, maka Boeing mana yang harus dibeli? Sementara orang lain menolak Boeing. Tapi saya yakin Amerika pasti akan memaksakan karena Boeing itu simbol ekonomi mereka," tutur Rieke.

Baca Juga: Komisi VI Desak Audit BBM, Soroti Kelangkaan hingga Dugaan Oplosan

Dengan kondisi demikian, anggota komisi VI DPR RI ini kembali mempertanyakan bagaimana langkah konkret Kementerian BUMN dan Danantara dalam merespons tarif resiprokal ini.

Terakhir, Rieke juga berharap akan ada renegosiasi dan relaksasi yang pada akhirnya dapat berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.