Apa Peran Bank Indonesia dalam Pengawasan Transaksi Digital?
AKURAT.CO Perkembangan transaksi digital di Indonesia semakin pesat seiring meningkatnya penggunaan e-wallet, mobile banking, hingga QRIS.
Di tengah pertumbuhan tersebut, banyak masyarakat bertanya mengenai apa peran Bank Indonesia dalam pengawasan transaksi digital?
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran serta memastikan transaksi digital berjalan aman, efisien, dan terpercaya.
Baca Juga: Bank Indonesia: IWIP dan WBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara
Bank Indonesia sebagai Regulator Sistem Pembayaran
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia (BI) memegang peran utama sebagai regulator sistem pembayaran nasional. BI mengatur berbagai instrumen transaksi digital seperti uang elektronik dan QRIS guna menjaga stabilitas sistem keuangan serta memastikan transaksi berjalan aman dan efisien.
Mengawasi Uang Elektronik dan Dompet Digital
Bank Indonesia menyusun berbagai regulasi, salah satunya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 23/6/PBI/2021 yang mengatur penyelenggaraan sistem pembayaran, termasuk e-money dan dompet digital.
Melalui regulasi tersebut, BI:
Memberikan izin operasional kepada perusahaan fintech
Mengawasi kepatuhan penyelenggara
Menjamin keamanan dana pengguna
Melindungi konsumen dari risiko penipuan (fraud)
Mendorong transparansi biaya transaksi
Pengawasan ini bertujuan menciptakan ekosistem pembayaran digital yang sehat dan terpercaya.
Baca Juga: Usut Korupsi CSR BI, KPK Dalami Anggaran Tahunan Bank Indonesia
Mengembangkan dan Mengawasi QRIS
BI juga mengembangkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai standar nasional pembayaran berbasis QR code.
Peran BI dalam QRIS meliputi:
Menetapkan standar teknis nasional
Mengawasi penyelenggara QRIS
Memastikan interoperabilitas antar bank dan fintech
Mendorong inklusi keuangan digital
Dengan QRIS, masyarakat dapat melakukan pembayaran secara praktis di seluruh Indonesia menggunakan satu kode QR yang terintegrasi.
Menjaga Stabilitas dan Keamanan Sistem Pembayaran
Dalam pengawasan transaksi digital, BI melakukan dua pendekatan utama, yaitu pengawasan off-site (melalui laporan rutin) dan on-site (melalui audit langsung). Langkah ini bertujuan untuk mencegah pencucian uang, serangan siber, serta gangguan sistemik pada infrastruktur pembayaran.
BI juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pengawasan sektor keuangan serta menjaga stabilitas infrastruktur seperti BI-FAST sebagai sistem transfer dana ritel nasional.
Melindungi Konsumen Transaksi Digital
Selain pengawasan teknis, BI juga berperan dalam perlindungan konsumen. Bank Indonesia untuk memastikan penyedia layanan pembayaran:
Menyediakan informasi yang transparan
Memiliki mekanisme pengaduan yang jelas
Menjaga kerahasiaan data pengguna
Masyarakat dapat melaporkan kendala transaksi melalui kanal resmi Bank Indonesia agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Peran Bank Indonesia dalam pengawasan transaksi digital sangat penting untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran elektronik.
Melalui regulasi, pengawasan, serta inovasi seperti QRIS, Bank Indonesia memastikan ekosistem transaksi digital di Indonesia berkembang secara sehat dan terkontrol.
Dengan sistem pengawasan yang kuat, masyarakat dapat menikmati kemudahan transaksi digital tanpa mengorbankan keamanan dan perlindungan hukum.
Vidhia Ramadhanti (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








