Akurat
Pemprov Sumsel

Airlangga: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Aman dari Efisiensi APBN

Esha Tri Wahyuni | 17 Maret 2026, 07:50 WIB
Airlangga: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Aman dari Efisiensi APBN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

AKURAT.CO Pemerintah memastikan anggaran untuk program unggulan nasional tidak akan dipangkas meskipun sedang melakukan efisiensi belanja negara guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di kisaran 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, bahwa sejumlah program prioritas seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap menjadi prioritas pemerintah.

“Anggaran program unggulan tidak dipotong, sama sekali,” ujar Airlangga dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: MBG Jadi Juru Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Krisis Global

Airlangga menjelaskan, pemerintah justru tengah melakukan optimalisasi anggaran dari berbagai pos belanja negara untuk menciptakan ruang fiskal tambahan tanpa mengganggu program prioritas.

Menurut Airlangga, langkah tersebut dilakukan melalui evaluasi potensi peningkatan anggaran di berbagai sektor yang dinilai masih dapat dioptimalkan.

“Nah potensi penambahan anggaran itu yang optimalisasi. Dari berbagai pos kan ada potensi peningkatan anggaran, itu yang kita evaluasi,” katanya.

Airlangga mengatakan pemerintah telah menggelar rapat koordinasi terbatas bersama sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Keuangan Republik Indonesia, untuk menghitung potensi efisiensi anggaran yang dapat dilakukan tanpa mengganggu program prioritas nasional.

Langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar defisit APBN tetap terjaga sesuai batas yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Baca Juga: Acha Septriasa Dikritik Warganet Usai Singgung Program MBG, Publik Soroti Manfaat bagi Keluarga Kurang Mampu

“Jadi jelas arahan Bapak Presiden kita menjaga defisit di 3 Persen dan tadi ada rapat koordinasi khusus untuk menyikapi hasil sidang paripurna kemarin. Angkanya belum final karena yang memutuskan adalah Bapak Presiden,” jelas Airlangga.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, target defisit APBN dalam beberapa tahun terakhir memang dijaga di bawah 3% PDB setelah sebelumnya sempat melebar di masa pandemi COVID-19. Pada 2020 defisit APBN bahkan mencapai 6,14% PDB akibat lonjakan belanja penanganan pandemi.

Sejak 2023, pemerintah kembali menerapkan disiplin fiskal dengan menahan defisit di bawah batas tersebut.

Airlangga menegaskan program unggulan pemerintah tidak akan menjadi sasaran efisiensi karena dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi desa.

“Program unggulannya tidak ada yang dirubah, karena itu investasi jangka panjang,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi anak sekolah. Program ini ditargetkan menjangkau puluhan juta siswa di seluruh Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka stunting nasional masih berada di kisaran 21,5% pada 2023. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 14% sesuai target pembangunan nasional.

Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan akses pembiayaan masyarakat desa melalui kelembagaan koperasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.