Minyak di Level Tertinggi, Bayang-Bayang Stagflasi Menghantui Jepang

AKURAT.CO Kenaikan harga minyak global kembali menjadi faktor penentu arah kebijakan moneter.
Konflik di Timur Tengah tidak hanya mengguncang pasar energi, tetapi juga mengubah kalkulasi bank sentral, termasuk Jepang.
Bagi Bank of Japan, lonjakan harga energi menciptakan tekanan inflasi yang bersifat eksternal.
Artinya, inflasi meningkat bukan karena konsumsi domestik yang kuat, melainkan akibat biaya impor yang melonjak.
Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Momentum Percepat Implementasi B50
Dikutip dari laman reuters, menunjukkan harga minyak yang menembus level tinggi telah memicu kekhawatiran baru: potensi stagflasi kombinasi inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Efeknya mulai terlihat di sektor riil. Kilang minyak Jepang bahkan menurunkan tingkat operasional akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Di saat yang sama, ekspor Jepang memang masih tumbuh, didorong permintaan Asia. Namun, risiko dari konflik berkepanjangan tetap membayangi, terutama terhadap industri berbasis energi dan manufaktur.
Kebijakan suku bunga menjadi semakin kompleks. Kenaikan suku bunga berpotensi memperkuat yen dan menekan inflasi impor. Namun, langkah itu juga dapat menahan investasi dan konsumsi, yang justru dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Airlangga Usul Fleksibilitas Fiskal Lewat Perppu
Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ), Kazuo Ueda menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menaikkan suku bunga secara bertahap jika kondisi memungkinkan, tetapi perkembangan konflik global menjadi variabel kunci yang sulit diprediksi.
Dengan kata lain, arah kebijakan moneter Jepang kini tidak lagi hanya ditentukan oleh data domestik, tetapi juga oleh dinamika geopolitik global terutama harga energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








