Pasar Kerja Melemah, The Fed Buka Ruang Penurunan Suku Bunga

AKURAT.CO Di tengah tekanan inflasi dari harga minyak, pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat membuka ruang bagi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Deputi Gubernur The Fed, Christopher Waller menyebut pemangkasan suku bunga masih mungkin dilakukan pada akhir tahun jika tren pelemahan berlanjut.
“Jika pasar tenaga kerja terus lemah, saya akan mulai menganjurkan lagi penurunan suku bunga kebijakan pada akhir tahun ini,” ujarnya dikutip dari laman CNBC Internasional.
Baca Juga: Efek Domino Global: Dolar Menguat, Mata Uang Asia Tertekan
Dalam pernyataan resmi, The Fed menyebut tingkat pengangguran tidak banyak berubah dalam beberapa bulan terakhir, menggantikan narasi sebelumnya yang menyebut adanya tanda stabilisasi.
Sementara itu, Deputi Gubernur Pengawasan, Michelle Bowman memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 0,25 poin persentase pada 2026.
Dalam siklus kebijakan moneter, The Fed biasanya menurunkan suku bunga saat pasar tenaga kerja melemah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, kondisi saat ini lebih kompleks karena tekanan inflasi masih ada, terutama dari faktor eksternal seperti energi. Ini menciptakan trade-off antara stabilitas harga dan pertumbuhan.
Baca Juga: Ketidakpastian Global, The Fed Ambil Sikap Hati-Hati
Ekspektasi penurunan suku bunga dapat memengaruhi pasar obligasi dan saham global. Yield obligasi berpotensi turun, sementara aset berisiko bisa menguat jika pelonggaran terjadi.
Bagi negara berkembang, arah kebijakan The Fed sangat menentukan arus modal global, nilai tukar, serta biaya pembiayaan eksternal.
Pasar kini menunggu data tenaga kerja dan inflasi AS berikutnya sebagai penentu arah kebijakan. Ketidakpastian dari konflik geopolitik tetap menjadi faktor risiko utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










