Akurat
Pemprov Sumsel

Harga Bahan Baku Melambung Imbas Perang AS-Iran, BI Ramal Inflasi Melonjak 3 Bulan ke Depan

Esha Tri Wahyuni | 13 April 2026, 22:24 WIB
Harga Bahan Baku Melambung Imbas Perang AS-Iran, BI Ramal Inflasi Melonjak 3 Bulan ke Depan
Ilustrasi penjualan ritel naik

AKURAT.CO Bank Indonesia mengingatkan potensi tekanan harga dalam jangka pendek. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Mei 2026 tercatat sebesar 157,4, meningkat dari April 2026 sebesar 153,9.

“Tekanan inflasi tiga bulan ke depan diprakirakan meningkat, seiring kenaikan harga bahan baku," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Sementara itu, tekanan harga dalam jangka menengah cenderung stabil. IEH Agustus 2026 diproyeksikan sebesar 157,2, relatif sama dengan Juli 2026 sebesar 157,1.

Baca Juga: Rupiah Turun 5 Poin ke Rp15.555 Jelang Rilis Data Penjualan Ritel AS

BI menilai stabilitas inflasi dalam enam bulan ke depan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan konsumsi domestik.

Penjualan Eceran Naik Didorong Konsumsi Ramadan

Sementara kinerja penjualan eceran Indonesia pada Maret 2026 diprakirakan tetap tumbuh, seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 diproyeksikan tumbuh 2,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara bulanan (month-to-month/mtm), penjualan bahkan melonjak 9,3%, meningkat signifikan dibandingkan Februari 2026 sebesar 4,1%.

“Kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan tetap tumbuh, tecermin dari Indeks Penjualan Riil yang meningkat 2,4 persen (yoy), didorong oleh kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi," ujar Ramdan.

Dirinya menambahkan, lonjakan bulanan terjadi karena peningkatan permintaan musiman. “Secara bulanan, penjualan eceran Maret 2026 tumbuh 9,3 persen (mtm), lebih tinggi dibanding Februari, sejalan dengan meningkatnya permintaan rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri," imbuh Ramdan.

Pada Februari 2026, IPR tercatat tumbuh 6,5% (yoy), naik dari Januari 2026 sebesar 5,7% (yoy). Secara bulanan, Februari mencatat pertumbuhan 4,1% (mtm) setelah sebelumnya kontraksi 2,7% (mtm).

Kenaikan penjualan ritel menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) merupakan pola berulang dalam struktur ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi lebih dari 50% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) secara historis mengalami akselerasi selama Ramadan dan Idulfitri.

Kelompok barang yang konsisten mendorong pertumbuhan meliputi makanan dan minuman, sandang, hingga bahan bakar kendaraan. Pada Maret 2026, tambahan dorongan datang dari kelompok peralatan informasi dan komunikasi, mencerminkan pergeseran pola konsumsi ke kebutuhan digital.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.